Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Trump Ancam Hamas, Sesumbar Israel Bisa Serang Gaza Lagi Atas Perintahnya

 Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika Hamas menolak melucuti senjata, Trump menjawab dengan keras.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS/arsip al mayadeen
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa penjajah Israel telah menerima persyaratannya, dan memperingatkan Hamas bahwa mereka harus menerimanya untuk menghindari konsekuensi. 

 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mengatakan pasukan Israel dapat menggempur Gaza lagi jika Hamas gagal mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
  •  Trump tetap optimistis terhadap prospek perdamaian Gaza jangka panjang
  • Hingga Rabu pagi, seluruh 20 sandera Israel yang masih hidup telah dikembalikan. 

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pasukan Israel dapat menggempur Gaza atas restunya jika Hamas gagal mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan CNN melalui sambungan telepon, Rabu (15/10/2025).

Trump menyatakan, dia akan mempertimbangkan untuk mengizinkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melancarkan aksi militer apabila Hamas tidak memenuhi komitmennya.

"Apa yang terjadi dengan Hamas akan segera diselesaikan," ujar Trump singkat.

 Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika Hamas menolak melucuti senjata, Trump menjawab dengan keras.

 
"Israel akan kembali ke jalanan itu begitu saya katakan. Jika Israel bisa menghajar mereka, mereka akan melakukannya," ujar Trump.

"Saya harus menahan mereka. Saya sudah berdebat panjang dengan Bibi (panggilan Netanyahu)," lanjutnya, sebagaimana dilansir CNN.

Meski demikian, Trump tetap optimistis terhadap prospek perdamaian jangka panjang, terutama dengan dukungan luas dari negara-negara di kawasan.

Baca juga: VIDEO - Hamas Eksekusi Intelijen Israel di Tengah Kota! Gaza Bergejolak Lagi Usai Gencatan Senjata

Sandera Israel

Pernyataan itu muncul di tengah tudingan Israel bahwa Hamas belum mematuhi perjanjian gencatan senjata yang mensyaratkan kelompok tersebut menyerahkan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Akibatnya, pemerintah Israel memberi tahu PBB bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza akan dikurangi atau ditunda karena baru sedikit jenazah sandera yang diserahkan. 

Namun hingga kini, gencatan senjata rapuh itu masih bertahan.

Sedangkan poin keempat dari rencana perdamaian 20 butir yang diusung Trump disebutkan, dalam 72 jam setelah Israel menyetujui perjanjian ini, seluruh sandera, hidup maupun meninggal, akan dikembalikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved