Banjir di Sumut
27 Titik Longsor dan Banjir Terjang Tapanuli Utara, Ketinggian Air 4 Meter, Jembatan Putus
Hingga Rabu pagi, 26 November 2025, pukul 10.30 WIB, tercatat 27 titik bencana meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Ringkasan Berita:
- Banjir dan tanah longsor melanda 27 titik di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, sejak Selasa (25/11/2025).
- Dalam kejadian tersebut, debit air mencapai 4 meter dan merendam rumah warga.
- Sungai yang meluap juga menyebabkan putusnya jembatan penghubung nasional Tarutung-Sipirok di Kecamatan Purbatua.
SERAMBINEWS.COM - Banjir dan tanah longsor melanda 27 titik di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, sejak Selasa (25/11/2025).
Dalam kejadian tersebut, debit air mencapai 4 meter dan merendam rumah warga.
Sungai yang meluap juga menyebabkan putusnya jembatan penghubung nasional Tarutung-Sipirok di Kecamatan Purbatua.
Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak, memberikan update terbaru pada Rabu (26/11/2025).
Ia menyatakan, penanganan 27 lokasi terdampak masih berlangsung.
Dari jumlah tersebut, 10 titik banjir tersebar di Kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, dan Tarutung.
"Ketinggian air bervariasi mulai dari 70 cm hingga mencapai 4 meter. Lebih dari 98 rumah warga terdampak, serta puluhan hektar lahan pertanian mengalami gagal panen," ujar Ernis dalam keterangan tertulisnya.
Pendampingan Warga yang Mengungsi
Ernis menambahkan, kondisi cuaca di Taput masih hujan, dan pihak kepolisian terus melakukan pendampingan terhadap warga yang mengungsi.
"Personel tetap bertahan untuk membantu warga yang mengungsi di Kecamatan Adiankoting dan Pahae Jae," ujarnya.
Akibat banjir, beberapa akses jalan terputus total, khususnya di Desa Siraja Oloan, Desa Hutauruk, dan ruas Aek Siansimun-Siandor Andor.
Jembatan nasional di Kecamatan Purbatua juga mengalami kerusakan.
Namun, Ernis memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden banjir ini.
Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli Selatan, BNPB Sebut 8 Meninggal, 58 Terluka
16 Titik Longsor
| Korban Banjir di Sumatera Utara Capai 369 Jiwa, Tertinggi di Tapanuli Tengah |
|
|---|
| Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Tak Jadi Dikembalikan, Mendagri: Disalurkan Lewat Muhammadiyah |
|
|---|
| 49 Jiwa di Tapanuli Tengah Masih Hilang, Hujan Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban |
|
|---|
| BPBD Update Korban Banjir di Sumatera Utara : 340 Orang Meninggal, 128 Hilang |
|
|---|
| Kisah Bayi 1 Tahun Kini Yatim Piatu, Orang Tuanya Tewas Tertimbun Longsor, 5 Hari Bertahan Tanpa ASI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Penampakan-rumah-warga-di-Tapanuli-Utara-diterjang-banjir-Selasa-25112025.jpg)