Kamis, 11 Juni 2026

Menkomdigi Perintahkan Operator Seluler Segera Perbaiki BTS Terdampak Bencana di Aceh dan Sumut

“Ini sudah kita koordinasikan dengan operator seluler. Itu rata-rata instalasi BTS milik operator seluler,” kata Meutya

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
BLOKIR KONTEN JUDOL - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid menyebut pihaknya sudah memblokir jutaan situs hingga konten judi online di Indonesia selama dua pekan terakhir. 
Ringkasan Berita:
  • Menkomdigi Meutya Hafid memerintahkan kepada operator seluler untuk segera memperbaiki instalasi Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak banjir dan longsor di SumatraUtara, Sumatra Barat dan Aceh.
  • Dengan harapan, jaringan telekomunikasi yang terputus dapat segera pulih.
  • Kementerian Komdigi juga telah berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyampaikan titik area yang terdampak jaringan putus kepada pengguna.

 

SERAMBINEWS.COM - Jaringan telekomunikasi digital di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh masih terganggu, Kamis (27/11/2025).

Gangguan ini terutama disebabkan oleh bencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara sejak Rabu (26/11/2025.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memerintahkan kepada operator seluler untuk segera memperbaiki instalasi Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak banjir dan longsor di SumatraUtara, Sumatra Barat dan Aceh.

Dengan harapan, jaringan telekomunikasi yang terputus dapat segera pulih.

“Ini sudah kita koordinasikan dengan operator seluler. Itu rata-rata instalasi BTS milik operator seluler,” kata Meutya, seperti dilaporkan jurnalis KompasTV Cindy Permadi, Kamis (27/11/2025).


“Jadi, kita minta mereka terus memantau dan segera melakukan perbaikan, dan yang paling utama juga menginformasikan kepada masyarakat titik-titik mana saja yang terdampak.”

Di samping itu, Meutya menambahkan, Kementerian Komdigi juga telah berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyampaikan titik area yang terdampak jaringan putus kepada pengguna.

“Kami melalui website Komdigi sudah memberikan titik-titiknya, atas laporan dari operator seluler,” ujar Meutya.

“Tapi kita minta operator seluler juga proaktif kepada penggunanya untuk selalu memberi tahu jika ada gangguan-gangguan. Mudah-mudahan cepat diperbaiki.”


Sebagai informasi, jaringan komunikasi mengalami gangguan pasca-bencana yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Sumatra Utara.

Setidaknya, akibat banjir sebanyak 495 site atau 1,42 persen dari total 34.660 site eksisting di Provinsi Sumatra Utara.

Baca juga: Polda Aceh Kerahkan Personel Bantu Korban Banjir, Warga Diimbau Waspada

Kemkomdigi: Pemulihan jaringan wilayah bencana bergantung pada opsel

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebutkan pemulihan jaringan di wilayah yang terdampak bencana bergantung pada penanganan dari operator seluler (opsel), mengingat mereka sebagai penyelenggara layanan telekomunikasi di kawasan tersebut.

"Target pemulihan tentunya akan sangat tergantung dari operator seluler daerah setempat sebagai penyelenggara (layanan telekomunikasi)," kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Ervan Fathurokhman Adiwidjaja di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.

Ervan mengatakan, Kemkomdigi bersama operator seluler terus memantau perkembangan upaya pemulihan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi yang terganggu imbas bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera.

Dalam upaya tersebut, Kemkomdigi juga melibatkan berbagai pihak seperti TNI, PLN, hingga Balai Monitoring Spektrum Frekuensi setempat.

Menurutnya, pemulihan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi di wilayah bencana memiliki tantangan karena harus mempertimbangkan sejumlah indikator seperti akses jalan dan pasokan energi.

"Inilah yang sedang kita terus koordinasikan," kata Ervan menambahkan.

Kemkomdigi juga menerapkan pendekatan preventif dan koordinatif dalam menangani infrastruktur telekomunikasi terdampak di tengah situasi bencana yang sulit diprediksi.

"Tentunya yang namanya bencana kita tidak pernah tahu, tapi yang tentu sifatnya kita melakukan preventif dan juga koordinatif apabila ada perangkat telekomunikasi atau infrastruktur kita yang terdampak," kata Ervan.

Baca juga: RTA Dukung Program Teungku Saweu Sikula yang Digagas Pemerintah Abdya

Baca juga: PLN Akan Bangun 5 Tower Darurat Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, Pembangkit Nagan Dioptimalkan

Baca juga: Pemkab Abdya Perkuat Basis Data Sektoral dan Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Sudah tayang di Kompas.tv

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved