Banjir Landa Aceh
Apa Itu Bencana Hidrometeorologi yang Saat Ini Menerjang Aceh dan Siklon Tropis Senyar
Yang menarik, bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi saat musim hujan saja. Kekeringan, misalnya, juga termasuk dalam kategori ini.
Ringkasan Berita:
- BMKG menjelaskan, Bencana Hidrometeorologi sebagai bencana yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameternya.
- Parameter yang memicu bencana ini meliputi peningkatan curah hujan, penurunan curah hujan, suhu ekstrem, hingga cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
- Yang menarik, bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi saat musim hujan saja. Kekeringan, misalnya, juga termasuk dalam kategori ini.
SERAMBINEWS.COM - Puluhan ribu warga di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh terdampak banjir dan longsor yang terjadi sepekan terakhir.
Kepala daerah di sejumlah wilayah yang dilanda bencana telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.
Dampak banjir di Provinsi Aceh kali ini cukup parah, tidak hanya menimbulkan puluhan korban jiwa, tapi juga membuat sejumlah wilayah lumpuh total akibat terisolir.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat saat ini merupakan contoh nyata dari Bencana Hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem, diperparah oleh rusaknya lingkungan.
Kejadian ini memerlukan pemahaman mendalam tentang ancaman yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca dan iklim yang dinamis.
Baca juga: Imbas Banjir-Longsor: 4 Kecamatan di Bener Meriah Terisolasir, 10.000 Pengungsi Terancam Kelaparan
Sebenarnya, apa itu Bencana Hidrometeorologi?
Karakteristik Bencana Hidrometeorologi
Kepala Sub-bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala menjelaskan, Bencana Hidrometeorologi sebagai bencana yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameternya.
Parameter yang memicu bencana ini meliputi peningkatan curah hujan, penurunan curah hujan, suhu ekstrem, hingga cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Yang menarik, bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi saat musim hujan saja. Kekeringan, misalnya, juga termasuk dalam kategori ini.
"Nah ini yang menarik ya, karena kalau terminologi Bencana Hidrometeorologi itu, kekeringan juga masuk (kategori bencana hidrometeorologi). Sehingga, tidak hanya pada kasus kelebihan curah hujan (hujan deras saja)," kata Agie kepada Kompas.com, diwawancarai 3 Desember 2020.
Meskipun demikian, Agie mengakui bahwa secara statistik, ketika Indonesia memasuki periode musim hujan, kejadian bencana banjir dan longsor cenderung meningkat.
Jenis-jenis ancaman yang tergolong Bencana Hidrometeorologi meliputi: Kekeringan, Banjir, Tanah longsor, Genangan, Banjir bandang, Angin kencang, Pohon tumbang, serta Cuaca ekstrem.
Baca juga: Polsek Sultan Daulat Evakuasi Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir di Desa Suka Maju Subulussalam
Peningkatan Risiko Akibat Perubahan Iklim
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Personel-Polres-Pidie-Jaya-mengevakuasi-warga-yang-terjebak-banjir.jpg)