Jumat, 17 April 2026

KUPI BEUNGOH

Pemimpin dan Pejabat Negara Bertaqwa, Rakyat Sejahtera

Pemimpin yang bertaqwa adalah individu beriman kuat, amanah, adil, jujur (shiddiq), dan cerdas (fathonah).

|
Editor: Subur Dani
Serambinews.com
Dr. Ainal Mardhiah, S Ag, M.Ag 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S Ag, M.Ag

Tanda-tanda sebuah negeri dipimpin oleh pemimpin dan pejabat yang tidak bertaqwa (zalim/tidak amanah) dapat kita lihat dari penurunan kualitas moral dan rusaknya akhlak; mulai dari pejabat sampai kepada rakyat biasa. 

Sebagai contoh, korupsi merajalela, kasus narkoba, pemerkosaan, aborsi, HIV/AIDS, zina, LGBT meningkat. Sementara mesjid kosong pada waktu shalat, meski dibulan Ramadhan hanya terisi beberapa shaf shalat. 

Ada mesjid dan mushalla bahkan kosong pada waktu shalat.

Kafe-kafe dan warkop membludak, lebih-lebih di bulan Ramadhan. Kita perhatikan, pemimpin dan pejabat di negeri ini sibuk sendiri, minim perhatian menyelesaikan masalah-masalah moral di negeri ini.

Baca juga: Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Tangki Bahan Bakar Meledak di Tengah Perang AS-Iran

Kita lihat data kasus narkoba tahun 2025 terdapat 4,15 juta kasus, 13.000 kasus pemerkosaan, angka aborsi mencapai 2,3 - 2,5 juta.

Selanjutnya, kasus HIV di Indonesia menunjukkan tren peningkatan, dengan estimasi lebih dari 500.000 orang hidup dengan HIV (ODHIV) hingga 2024, menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 tertinggi di dunia.

Kasus kemiskinan di Indonesia sebanyak 23,65 juta jiwa pada Maret 2025, sementara kasus  korupsi dikalangan pejabat negara merajalela, dengan jumlah uang yang dikorupsi triliunan dan miliyaran.

Sementara rakyat kelaparan, guru-guru tidak diberikan gaji yang sepadan dengan tugasnya mencerdaskan bangsa.

Dan tidak ada upaya pemerintah untuk menambah lowongan kerja, agar rakyat sejahtera.

Dalam kasus keadilan, pejabat yang korupsi bebas merajalela, ketika rakyat biasa yang melakukan pelanggaran hukum, mereka tidak mendapat keadilan, bahkan yang tidak salah mereka yang mendapat hukuman seperti hukuman yang diberikan kepada laki-laki yang membela harta dan istrinya.

Beginilah gambaran negeri yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak bertaqwa, tidak tau kewajiban dan tidak takut kepada Tuhan. 

Dalam kasus lain, kasus banjir bandang Aceh-Sumatra, para korban rumahnya sudah hilang dibawa oleh air banjir bandang, beserta semua harta benda, selama tiga bulan tinggal ditenda. 

Sekarang ini rumah mereka sudah hilang, tinggal di tenda sudah dilarang, harus pindah untuk tinggal di huntara.

Di huntara mereka tersiksa, dengan kondisi huntara yang tidak layak tinggal, panas, lobang angin tidak ada, plafon tidak ada, sebagiannya listrik dan airpun tidak ada.

Padahal biaya yang disediakan untuk satu unit huntara kita baca di media sosial antara 30 juta s/d 60 juta per unit.

60 juta itu cukup untuk membangun 1 rumah tipe 3×6 dengan 2 kamar tidur dan kamar mandi, namun tidak ada pilihaan bagi korban banjir, begitu pengalaman kami membangun rumah bantuan dari donasi para dermawan.

Baca juga: Jembatan Kutablang Macet Panjang, Jalur Awe Geutah Lancar

Tidak ada pilihan bagi para pengungsi korban banjir bandang kecuali harus tinggal di huntara yang ada.

Lebih sedih lagi, sebagian korban banjir bandang Aceh, belum mendapat rumah bantuan baik yang permanen atau yang sementara, sedangkankab rumah mereka sudah hilang atau tenggelam dalam lumpur banjir bandang. 

Sangat sedih melihat nasib rakyat di negeri ini.  Pemimpin  dan pejabat  negara tidak bertaqwa rakyat sengsara. Pemimpin dan pejabat  negara bertaqwa, rakyat sejahtera.

Taqwa secara bahasa berarti menjaga, melindungi, atau membentengi diri.

Dalam Islam, makna taqwa adalah kesadaran penuh dan ketaatan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Taqwa bermakna rasa takut melanggar perintah Allah, dan rasa cinta dan pengagungan kepada Allah SWT untuk selalu patuh kepada-Nya.

Ciri-Ciri Pemimpin Yang Bertaqwa

Pemimpin yang bertaqwa adalah individu beriman kuat, amanah, adil, jujur (shiddiq), dan cerdas (fathonah). Mereka mendirikan shalat, takut kepada Allah, menjadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai landasan, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. 

Mereka juga bijaksana, lemah lembut, pemaaf, dan suka bermusyawarah.

Baca juga: Amalan Bulan Syawal, Puasa 6 Hari dan Penjelasan yang Dicontohkan Rasulullah

Pemimpin yang bertakwa sangat penting karena menjadi landasan utama untuk bertindak adil, amanah, dan takut berbuat zalim, lantaran merasa selalu diawasi Allah SWT.

Ketakwaan menjamin pemimpin mendahulukan kepentingan rakyat, jujur, serta menjadikan jabatan sebagai sarana ibadah dan pengabdian

Berikut beberapa ayat tentang keutamaan takwa:

Pertama; Allah mudahkan urusan, Allah mudahkan dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi dalam hudup dan Allah berikan rezeki yang tak terduga (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..."

Kedua; Mendapat Petunjuk (Furqan) dalam setiap urusan dan Pengampunan (QS. Al-Anfal: 29).

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (pembeda antara yang benar dan yang salah) dan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu serta mengampuni kamu..."

Ketiga; Kemuliaan di Sisi Allah (QS. Al-Hujurat: 13).

"...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu..."

Keempat; Pewaris Surga (QS. Maryam: 63).

"Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa."

Kelima; Sebaik-baik Bekal di dunia dan akhirat (QS. Al-Baqarah: 197)

"...Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa..." 

Takwa juga menjamin pertolongan Allah (QS. An-Nahl: 128) dan menjadikan urusan dipermudah (QS. Ath-Thalaq: 4).

Penulis adalah Dosen Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved