Sabtu, 16 Mei 2026

Citizen Reporter

Dari Beijing untuk Aceh: Membangun Generasi Masa Depan melalui Perdamaian dan Penguatan SDM

saya melihat adanya titik temu yang menarik antara pengalaman pembangunan di Tiongkok dan karakter sosial masyarakat Aceh

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Dr. Erfiati Adam, M.A, Widyaswara Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Provinsi Aceh, melaporkan dari Beijing, China 

Dr. Erfiati Adam, M.A, Widyaswara Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Provinsi Aceh, melaporkan dari Beijing, China 

****

Saat ini saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam program internasional Seminar on Human Resource Development Management for Indonesia yang diselenggarakan oleh The Academy for International Business Officials (AIBO), Ministry of Commerce of the People’s Republic of China (MOFCOM). 

Program yang berlangsung pada 13–26 Mei 2026 ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok dalam penguatan sumber daya manusia dan pengembangan kapasitas kelembagaan.

Bagi saya, forum ini bukan sekadar agenda perjalanan dinas atau seminar internasional biasa. 

Lebih jauh dari itu, pengalaman ini menjadi ruang refleksi untuk memahami bagaimana sebuah negara besar membangun masa depannya melalui investasi pada manusia.

Selama mengikuti berbagai sesi diskusi, kunjungan lapangan, dan pemaparan kebijakan pembangunan, saya melihat bahwa kekuatan utama Tiongkok tidak hanya terletak pada kemajuan industrinya, teknologi modernnya, atau infrastruktur kotanya yang megah. 

Yang paling menonjol justru bagaimana negara ini menempatkan pembangunan manusia sebagai inti dari strategi nasionalnya.

Dalam berbagai materi tentang modernisasi Tiongkok, pembangunan kepemimpinan, pendidikan vokasi, penguatan talenta muda, hingga konsep people-centered development, terlihat jelas bahwa pembangunan dipandang bukan semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi membentuk masyarakat yang produktif, disiplin, terdidik, dan siap menghadapi perubahan global.

Baca juga: Saatnya Aceh Berani: Membangun Pendidikan yang Berdaya Saing

Tiongkok tampak memahami bahwa negara yang ingin bertahan dalam kompetisi dunia tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Yang paling menentukan adalah kualitas sumber daya manusianya.

Karena itu, pembangunan di sini dilakukan secara terencana dan berjangka panjang. 

Pendidikan diperkuat, budaya inovasi dibangun, teknologi dikembangkan, dan masyarakat didorong untuk memiliki etos kerja kolektif demi mendukung visi nasional.

Sebagai orang Aceh, pengalaman ini menghadirkan refleksi tersendiri bagi saya.

Aceh memiliki perjalanan sejarah yang tidak ringan. Konflik panjang masa lalu dan bencana tsunami pernah meninggalkan luka sosial yang sangat besar. 

Namun dari pengalaman tersebut, Aceh berhasil bangkit melalui perdamaian, rekonsiliasi, solidaritas sosial, dan kekuatan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved