Senin, 13 April 2026

Berita Eksklusif PNA

Butuh Rp 2 Miliar untuk Gelar Kongres PNA

Irwandi Yusuf percaya, kebangkitan PNA bukan sekadar mimpi, melainkan rencana yang sedang disusun dengan matang.

Editor: mufti
Tangkap Layar YouTube Serambinews
Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf 

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP PNA), Irwandi Yusuf, tampil dengan semangat baru. Meski partainya hanya menggenggam satu kursi di DPRA, Irwandi tak kehilangan optimisme. Ia percaya, kebangkitan PNA bukan sekadar mimpi, melainkan rencana yang sedang disusun dengan matang.

“Satu kursi itu tetap punya bobot. Yang berkurang hanya jatah belanja partai,” ujar Irwandi dalam wawancara khusus dengan Serambi, Kamis (16/10/2025). 

Mantan Gubernur Aceh itu tak menampik bahwa PNA sedang berada di titik terendah. Ia menyebutkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab keterpurukan partai yang pernah menjadi kekuatan besar di Aceh.

Salah satu penyebab utamanya adalah gangguan internal yang dipicu oleh kelompok Samsul Bahri alias Tiyong. Dinamika Kongres Luar Biasa (KLB) yang sempat mengguncang tubuh partai menjadi awal dari retaknya barisan.

“Banyak sebab. Terutama gangguan Cicem, Tiyong. Faktor adanya KLB itu sangat mengganggu,” ungkap Irwandi Yusuf.

Tak hanya soal internal, Irwandi juga menyoroti proses Pemilu 2024 yang menurutnya penuh kecurangan. Ia menuding ada suara PNA yang dicuri, dialihkan, bahkan ditiadakan oleh pihak penyelenggara. “Pemilu kemarin rusak. Suara kita banyak yang hilang. Ada yang dialihkan, ada yang ditiadakan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Isu dualisme kepemimpinan pun tak luput dari pembahasan. Irwandi menilai, jika semua pihak berpikir jernih, dualisme itu seharusnya tak perlu terjadi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Tiyong tidak sah secara hukum maupun etika partai. “Kalau sehat pemikiran, dualisme itu tidak perlu. Karena dia (Tiyong) memang tidak sah,” tegas Irwandi.

Sementara terkait aturan ambang batas parlemen sebesar 5 persen yang kemudian mengharuskan PNA kembali melakukan perubahan nama dan logo partai, Irwandi menyebut bahwa regulasi saat ini sudah berubah. Menurutnya, tidak lagi menjadi kewajiban untuk mengganti identitas partai jika tak lolos ambang batas. “Dulu memang wajib ganti nama dan logo. Sekarang tidak lagi,” jelasnya.

Gelar Kongres

Meski begitu, Irwandi tetap berencana menggelar kongres sebagai langkah strategis untuk menyatukan kembali kader-kader PNA yang kini tercerai-berai. Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan kongres membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Kita butuh Rp 2 miliar untuk kongres. Kalau uangnya sudah ada, langsung kita laksanakan,” ujar Irwandi.

Di tengah isu yang menyebut Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram ingin memimpin PNA, Irwandi memberikan bantahan. Ia menyebut kabar itu tidak benar, namun tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin maju asal mendapat dukungan dari kader dan simpatisan.

“Enggak benar (kabar) itu. Tapi kalau ada yang mau pimpin PNA, silakan. Asal disukai pengikut,” ucap Irwandi.

Dia juga menegaskan komitmennya untuk membangun kembali basis kekuatan partai. Ia akan turun langsung ke daerah-daerah, menyapa kader dan simpatisan yang masih setia. “Saya sudah mulai turun. Kemarin ke Meulaboh, banyak simpatisan kita di sana,” tuturnya.

Ia menyadari bahwa jalan menuju kebangkitan tidak mudah. Namun, dengan kerja keras dan konsolidasi yang intens, Irwandi yakin PNA bisa kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan. “Kita satukan lagi kader-kader yang terpecah. Caranya ya turun ke lapangan,” kata dia.

Dengan semangat baru dan strategi yang mulai digulirkan, Irwandi berharap Pemilu mendatang akan menjadi titik balik bagi PNA. Ia bertekad menjaga suara partai agar tidak lagi hilang seperti sebelumnya. “Untuk Pemilu ke depan, suara PNA akan kita jaga lebih baik,” pungkasnya, menutup wawancara.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved