Ramadhan Festival
Tanpa Dukungan APBA, Aceh Ramadhan Festival Tetap Menggema
Pemerintah Aceh memprioritaskan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh,” Dedy Yuswadi
Ringkasan Berita:
- Agenda Aceh Ramadhan Festifal 2026 tahunan ini tetap digelar meriah meski tanpa dukungan APBA.
- Resmi dimulai Aceh Ramadhan Festifal 2026 yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
- Pemerintah Aceh memprioritaskan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh
“Kegiatan ini tidak menggunakan dukungan anggaran APBA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, karena Pemerintah Aceh memprioritaskan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh,” Dedy Yuswadi, Kadisbudpar Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh Ramadhan Festifal 2026 yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, resmi dimulai, Minggu (1/3/2026). Agenda tahunan ini tetap digelar meriah meski tanpa dukungan APBA.
Kegiatan yang akan berlangsung selama sepekan itu, pada 1–7 Maret 2026, dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, T Robby Irza.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan penyelenggaraan Aceh Ramadhan Festival tahun ini memiliki makna tersendiri karena tidak menggunakan anggaran APBA. Pemerintah Aceh, kata dia, tengah memprioritaskan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di sejumlah wilayah.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini tidak menggunakan dukungan anggaran APBA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, karena Pemerintah Aceh memprioritaskan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh,” kata Dedy.
Meski demikian, ia menegaskan festival tahunan ini tetap dapat terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak. “Semangat kolaborasi dan gotong royong seluruh pihak menjadikan festival ini tetap dapat terselenggara sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga syiar Ramadhan di Tanah Rencong,” jelasnya.
Dedy mengungkap, mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah”, festival ini merepresentasikan perjalanan spiritual Ramadhan yang memadukan harmoni ibadah, budaya, ekonomi umat, serta kebersamaan masyarakat Aceh sebagai identitas Serambi Mekkah yang hidup dan menginspirasi.
Dedy menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya festival, di antaranya Bank Indonesia, Bank Aceh Syariah, Pertamina, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Banda Aceh, seluruh SKPA terkait, OJK, Telkomsel, dan Grab. “Dukungan dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama terselenggaranya Aceh Ramadhan Festival 2026,” ujarnya.
Dedy menambahkan, Adapun rangkaian kegiatan tahun ini meliputi Gampong Ramadhan yang menghadirkan puluhan stan UMKM binaan Bank Aceh Syariah, Pameran Mushaf Al-Qur’an, talkshow ekonomi syariah dan literasi keuangan bersama Bank Indonesia dan OJK.
Kemudian, ada Ramadhan Berbagi, live tadarus Al-Qur’an, program donasi untuk bencana, hingga buka puasa bersama dalam rangka Khanduri Nuzulul Qur’an.
“Kami berharap Aceh Ramadhan Festival bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang spiritual, ruang kebersamaan umat, penguatan ekonomi syariah, serta momentum memperkenalkan Aceh sebagai destinasi religi dunia yang damai, ramah, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Pada Gampong Ramadhan tampak semakin meriah dengan kehadiran 50 UMKM dan outlet-outlet dari kuliner ternama. Hadir juga outlet seperti Hassa Ramen, Urban Tea, Kutaradja dan sejumlah brand-brand kopi lainnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, T. Robby Irza, menegaskan bahwa Aceh Ramadhan Festival ini menjadi bagian dari memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata halal unggulan di tingkat nasional dan internasional.
“Kita ingin setiap tamu yang datang merasakan ketenangan saat azan berkumandang, menyaksikan syiar Islam yang tertib dan bersih, menikmati kekayaan kuliner berbuka serta merasakan keramahan masyarkat Aceh yang tulus dan bersahaja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event Aceh Ramadhan Festival tetap bisa terlaksana meski ini tidak didukung dengan anggaran APBA. Hal ini, kata dia, menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh dan swasta bisa saling berkolaborasi dalam kebaikan.(ra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadispora-aceh-dedy-yuswadi.jpg)