Ramadhan 2026
Tadabbur Alam, Dosen UIN Ar-Raniry: Al-Quran Mendorong Peradaban Ilmu dan Memperkuat Keimanan
Dengan cara itulah manusia dapat menyadari bahwa alam semesta tidak mungkin tercipta secara kebetulan, melainkan merupakan ciptaan Allah.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Tadabbur Alam, Dosen UIN Ar-Raniry: Al-Quran Mendorong Peradaban Ilmu dan Memperkuat Keimanan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr H Teuku Zulkhairi, menyampaikan tausyiah Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis malam (5/3/2026), bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H.
Tausyiah tersebut mengangkat tema “Isyarat Ilmiah dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Keimanan.”
Dalam ceramahnya, Dr Zulkhairi menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab ibadah ritual, tetapi juga sebagai kitab yang mendorong manusia untuk berpikir, meneliti, dan membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Menurutnya, berbagai isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an sejatinya merupakan bagian dari ajakan ilahi agar manusia merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang tersebar di alam.
“Tujuan utama dari isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an bukanlah menjadikan Al-Qur’an sebagai buku sains. Tetapi ayat-ayat itu mengajak manusia untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Allah sehingga keimanan semakin kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an banyak ayat yang mendorong manusia untuk menggunakan akal dan memperhatikan fenomena alam.
Dengan cara itulah manusia dapat menyadari bahwa alam semesta tidak mungkin tercipta secara kebetulan, melainkan merupakan ciptaan Allah yang penuh hikmah dan keteraturan.
Dalam tausyiahnya, Dr. Zulkhairi memaparkan beberapa contoh ayat Al-Qur’an yang sering dikaji dalam diskusi tentang hubungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan.
Salah satu contoh yang disampaikannya adalah ayat yang menyebutkan gunung sebagai pasak bumi. Allah berfirman:“Dan gunung-gunung sebagai pasak.” QS. An-Naba'ayat 7.
Menurutnya, ayat tersebut menarik perhatian para ilmuwan karena penelitian geologi modern menunjukkan bahwa gunung memiliki struktur akar yang menancap jauh ke dalam lapisan bumi.
Struktur tersebut berfungsi menstabilkan kerak bumi, sehingga secara ilmiah dapat dianalogikan seperti pasak yang menahan suatu bangunan.
“Pada masa turunnya Al-Qur’an, manusia tentu belum memiliki pengetahuan geologi seperti sekarang. Tetapi Al-Qur’an telah memberikan isyarat tentang fungsi gunung tersebut,” jelasnya.
Contoh kedua yang disampaikan adalah ayat tentang tahapan perkembangan manusia dalam kandungan.
Ia mengutip firman Allah yang berbunyi : “Kemudian Kami menjadikan air mani itu sesuatu yang melekat (‘alaqah), lalu Kami menjadikan yang melekat itu segumpal daging (mudghah), lalu Kami menjadikan segumpal daging itu tulang-belulang, kemudian tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging.” QS Al-Mu'minun ayat 14.
Menurutnya lagi, ayat ini menjelaskan secara bertahap proses perkembangan manusia sejak fase awal hingga terbentuknya tubuh manusia.
Dalam ilmu embriologi modern, para ilmuwan juga menemukan bahwa perkembangan embrio manusia memang berlangsung melalui tahapan-tahapan tertentu yang kompleks.
“Ilmu kedokteran modern baru bisa mempelajari perkembangan embrio setelah ditemukan teknologi mikroskop dan penelitian ilmiah yang mendalam.
Namun Al-Qur’an telah memberikan gambaran tentang proses itu berabad-abad yang lalu,” katanya.
Selain itu, ia juga mengangkat kisah tentang jasad Fir’aun yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahmu.” QS Yunus Ayat 92.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa jasad Fir’aun akan diselamatkan sebagai pelajaran bagi generasi setelahnya.
Dalam perkembangan kajian arkeologi modern, jasad Fir’aun memang ditemukan dalam keadaan terawetkan dan kini dapat disaksikan di museum.
Dr Zulkhairi menjelaskan bahwa temuan-temuan seperti ini sering menimbulkan kekaguman di kalangan ilmuwan dan mendorong banyak peneliti untuk mempelajari Al-Qur’an lebih dalam.
Namun ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar menemukan kesesuaian antara ayat Al-Qur’an dan penemuan ilmiah.
Lebih dari itu, isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an harus dipahami sebagai sarana untuk memperkuat iman kepada Allah.
“Semakin manusia memahami alam semesta, seharusnya semakin ia menyadari kebesaran Allah. Ilmu pengetahuan tidak seharusnya menjauhkan manusia dari iman, tetapi justru memperkuat keyakinannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dorongan Al-Qur’an untuk berpikir dan meneliti alam semesta pernah melahirkan tradisi keilmuan yang sangat maju dalam sejarah Islam.
Salah satu contohnya adalah perkembangan ilmu pengetahuan pada masa peradaban Islam di Andalusia, Spanyol.
Pada masa itu, wilayah Andalusia menjadi pusat peradaban ilmu di dunia.
Kota-kota seperti Cordoba dan Granada dipenuhi perpustakaan, lembaga pendidikan, serta para ilmuwan Muslim yang mengembangkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari kedokteran, matematika, astronomi, hingga filsafat.
Menurut Dr Zulkhairi, semangat keilmuan tersebut tidak terlepas dari inspirasi Al-Qur’an yang mendorong umat Islam untuk berpikir, meneliti, dan memahami alam sebagai ciptaan Allah.
“Umat Islam terdahulu mampu membangun peradaban ilmu yang luar biasa karena mereka membaca Al-Qur’an bukan hanya sebagai kitab ibadah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk memahami alam semesta,” katanya.
Di akhir tausyiahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya dengan membaca, tetapi juga dengan mentadabburi maknanya.
Menurutnya, jika umat Islam kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam berpikir dan bertindak, maka tidak hanya keimanan yang akan semakin kuat, tetapi juga tradisi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam dapat kembali bangkit.(ar)
| Ramadhan ke-26, Jam Berapa Buka Puasa Hari Ini di Banda Aceh? Cek Jadwal Senin 16 Maret 2026 |
|
|---|
| Catat! Ini Waktu Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, Sabtu 14 Maret 2026 |
|
|---|
| Jam Berapa Buka Puasa Hari Ini di Banda Aceh? Ini Jadwal Imsakiyah Kamis 12 Maret 2026 |
|
|---|
| Jam Berapa Buka Puasa Hari Ini di Banda Aceh? Cek Jadwal Rabu, 11 Maret 2026 |
|
|---|
| Ramadhan Catat Banyak Kemenangan Umat Islam, Ini Pesan dan Makna dari Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Majelis-Akreditasi-Dayah-Aceh-MADA-Dr-Tgk-Teuku-Zulkhairi-MA.jpg)