Sabtu, 25 April 2026

Selebritis

Ngidam Nulis Buku, Aurelie Moeremans Selesaikan Broken Strings Cuma 3 Minggu, Masa Lalunya Meledak

Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans mengungkap fakta mengejutkan di balik lahirnya buku Broken Strings.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Instagram/ig @aurelie
Aktris sekaligus penulis Aurelie Moeremans membuka akses gratis novel Broken Strings versi Bahasa Indonesia. 

“Tyler bilang, mungkin justru karena kisah ini begitu jujur dan pahit, orang lain akan melihat diri mereka di dalamnya,” ungkap Aurelie.

Meski versi bahasa Inggris telah membantu banyak orang, permintaan pembaca Indonesia membuat Aurelie akhirnya memberanikan diri menerjemahkan buku tersebut sendiri. Proses penerjemahan dilakukan dalam kondisi kurang tidur selama tiga hari.

“Aku tahu hasilnya belum sempurna, tapi kali ini aku memilih keberanian daripada kesempurnaan,” tulisnya.

Baca juga: Dibaca 64 Juta Kali, Broken Strings Ungkap Kisah Child Grooming Aurelie Moeremans, Ini Link Download

Sejak Broken Strings dirilis, masa lalu yang ingin ia tinggalkan kembali muncul ke permukaan.

Aurelie mengungkap bahwa sosok dari masa lalunya kembali menyerangnya di media sosial, menuduh buku itu dibuat untuk menjatuhkannya.

“Padahal aku bahkan tidak pernah menyebut namanya di buku ini,” tegas Aurelie.

Reaksi tersebut justru membuat banyak pembaca semakin yakin akan kebenaran isi buku.

Aurelie menilai respons itu menjadi bukti bahwa dirinya telah pulih dan tidak lagi hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

“Menulis buku ini bukan untuknya, bukan untuk masa lalu, tapi untuk semua orang yang pernah merasa terjebak dan ingin bebas,” tulisnya.

Menariknya, Broken Strings diterbitkan secara mandiri setelah beberapa penerbit sempat menolak.

Namun, setelah buku itu viral dan dibaca luas, penerbit-penerbit justru berlomba ingin bekerja sama.

“Aku membuat semuanya sendiri. Sampulnya, tata letaknya, semuanya. Aku tidak menunggu siapa pun lagi,” ungkap Aurelie.

Kini, Broken Strings telah dibaca lebih dari puluhan juta pembaca dalam dua bahasa.

Versi cetak pun tengah dipersiapkan, meski versi PDF tetap dibagikan gratis demi tujuan utama yakni kesadaran dan penyembuhan.

“Buku ini bukan sekadar kisah masa lalu, tapi seruan untuk membuka mata dan hati terhadap kekerasan yang sering disembunyikan di balik kata cinta,” tulis Aurelie.

Aurelie berharap kisahnya bisa menjadi cahaya bagi mereka yang masih terjebak dalam hubungan penuh luka.

Baginya, menulis Broken Strings bukan hanya tentang trauma, melainkan juga tentang kebebasan dan penyembuhan.

“Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved