Sabtu, 18 April 2026

Berita sepakbola

UEFA Kontra FIFA di Sanksi Rusia, Ceferin: Berlaku hingga Perang Berakhir

UEFA menegaskan skorsing terhadap klub dan Timnas Rusia tetap berlaku hingga perang Ukraina berakhir.

Editor: Saifullah
AFP/FABRICE COFFRINI
SANKSI RUSIA - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin tetap kukuh terkait sanksi terhadap klub dan Timnas Rusia, meski FIFA mulai melunak. 

Ringkasan Berita:
  • UEFA menegaskan skorsing terhadap klub dan timnas Rusia tetap berlaku hingga perang Ukraina berakhir.
  • Sikap ini berbeda dengan FIFA, yang melalui Presiden Gianni Infantino membuka peluang reintegrasi Rusia ke kompetisi internasional.
  • Perbedaan pandangan tersebut menimbulkan ketidakpastian masa depan sepak bola Rusia, sekaligus menunjukkan bagaimana olahraga erat kaitannya dengan politik global.

 

UEFA menegaskan skorsing terhadap klub dan Timnas Rusia tetap berlaku hingga perang Ukraina berakhir.

SERAMBINEWS.COM, NYLON - Keputusan UEFA mempertahankan skorsing terhadap klub dan Tim Nasional (Timnas) Rusia menegaskan adanya perbedaan sikap dengan FIFA dalam menyikapi konflik Ukraina. 

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan, bahwa larangan tersebut tetap berlaku hingga perang berakhir.

Sebaliknya, Presiden FIFA, Gianni Infantino sempat membuka peluang reintegrasi Rusia.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, UEFA langsung menyingkirkan klub dan Tim Nasional Rusia dari semua kompetisi Eropa.

Ceferin menekankan, bahwa posisi UEFA tidak berubah: kembalinya Rusia hanya mungkin jika konflik berakhir.

Sikap ini mencerminkan konsistensi UEFA dalam mengaitkan olahraga dengan tanggung jawab moral terhadap situasi geopolitik.

Baca juga: Penyerang Liverpool Mohamed Salah Kritik Penghormatan UEFA kepada Pele Palestina

FIFA Lebih Fleksibel

Sebaliknya, FIFA melalui Infantino memberi sinyal bahwa larangan terhadap Rusia bisa dipertimbangkan kembali. 

Ia menyebut bahwa larangan panjang “belum mencapai apa pun” dan membuka ruang diskusi soal reintegrasi.

Sikap ini menunjukkan pendekatan berbeda: FIFA tampak lebih pragmatis, sementara UEFA tetap keras pada prinsip.

Perbedaan sikap ini menciptakan ketidakpastian bagi masa depan sepakbola Rusia.

Klub dan Timnas Rusia masih terblokir dari kompetisi Eropa, termasuk kualifikasi Euro dan Liga Champions.

Namun, jika FIFA benar-benar membuka pintu, Rusia bisa kembali ke panggung internasional di luar Eropa.

Kasus ini menegaskan bahwa olahraga tidak bisa dilepaskan dari politik.

Baca juga: UEFA Tiba-Tiba Ubah Aturan di Liga Champions: Liverpool, Arsenal dan Chelsea Diuntungkan

UEFA memilih jalur moral dengan menunggu berakhirnya perang, sementara FIFA mencoba mencari jalan tengah.

Perbedaan ini memperlihatkan bagaimana dua badan sepak bola terbesar dunia menafsirkan peran olahraga dalam konflik global.(*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved