Senin, 27 April 2026

Liga Pegadaian Championship

Ditahan Imbang Adhyaksa di Kandang Sendiri, PSMS Kian Terperosok

Pada laga-laga terakhir di Liga Pegadaian Championship musim 2025–2026, PSMS Medan justru tampil melempem. PSMS kian tertekan...

|
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Foto/Instagram PSMS
REBUT BOLA - Pemain PSMS dan Adhyaksa FC berebut bola dalam Laga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) Deli Serdang, Sabtu (25/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • PSMS Medan ditahan imbang 1-1 oleh Adhyaksa FC dan terus menunjukkan performa menurun.
  • Hasil ini membuat PSMS turun ke peringkat tujuh dengan 35 poin.
  • Dalam lima laga terakhir, PSMS hanya meraih satu kemenangan dan makin tertekan di klasemen.

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, PEKANBARU – Pada laga-laga terakhir di Liga Pegadaian Championship musim 2025–2026, PSMS Medan justru tampil melempem.

PSMS kian tertekan setelah ditahan imbang tamunya, Adhayaksa FC 1-1 di hadapan ribuan suporternya.
Laga itu berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) Deli Serdang, Sabtu (25/4/2026).

PSMS Medan harus menerima hasil kurang memuaskan saat menjamu Adhyaksa FC, sekaligus membuat mereka kian terperosok di klasemen.

Bermain di depan publik sendiri, Ayam Kinantan sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan.
PSMS membuka keunggulan pada menit ke-43 lewat sundulan Arief Setiawan, mantan pemain Persiraja Banda Aceh, yang sukses memanfaatkan bola mati. 

Gol pemain asal Langsa tersebut disambut meriah oleh para pendukung tuan rumah.

Namun, memasuki babak kedua, situasi berubah drastis. PSMS harus bermain dengan sepuluh pemain setelah kiper Reki Rahayu diganjar kartu merah. Kondisi ini sempat membuat permainan tim tuan rumah goyah.

Tapi, Adhyaksa FC juga mengalami hal serupa setelah salah satu pemainnya, Razan Akbar, diusir wasit. 
Kembali bermain dengan jumlah pemain seimbang, tim tamu mampu memanfaatkan peluang. Pada menit ke-79, Makan Konate sukses menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti. Skor 1-1 bertahan hingga akhir laga. 

Hasil ini membuat PSMS Medan turun ke peringkat ketujuh klasemen dengan koleksi 35 poin. Sebaliknya, kemenangan PSPS Riau mengangkat posisi mereka ke peringkat keenam dengan 37 poin, menyalip PSMS. 
Sementara itu, Sumsel United tetap berada di peringkat kelima dengan 39 poin, disusul Persiraja Banda Aceh di posisi keempat dengan jumlah poin yang sama, namun unggul head-to-head.

Baca juga: Goal Injury Time Adhyaksa FC Buat Persiraja Gagal Memetik Poin

Secara performa, PSMS Medan memang tengah mengalami penurunan. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.

Berbanding terbalik, PSPS Riau justru tampil konsisten. Mereka tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir, bahkan mencatatkan empat kemenangan beruntun. Tren positif ini membuat PSPS berhasil menjauh dari zona degradasi dan kini merangsek ke papan tengah.

Di Grup Barat, persaingan menuju promosi kini tinggal menyisakan dua tim, yakni Garudayaksa FC dan Adhayaksa FC, yang masih bersaing hingga laga terakhir. Sementara di Grup Timur, tiga tim besar seperti Persipura Jayapura, Barito Putera, dan PSS Sleman masih memperebutkan tiket promosi langsung.

Persaingan ketat di penghujung musim ini menunjukkan bahwa setiap tim tetap berjuang menjaga harga diri, meski peluang promosi sudah tertutup. Liga Pegadaian Championship musim ini pun ditutup dengan tensi tinggi dan drama hingga pekan terakhir.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved