Berita Persiraja
Asghal Habib Selamatkan Wajah Persiraja
Persiraja Banda Aceh nyaris menutup kompetisi Liga Pegadaian Championship 2025–2026 dengan hasil pahit.
Ringkasan Berita:
- Lantak Laju hampir menelan kekalahan ketiga secara beruntun dari PSMS Medan. Namun, pemain muda Asghal Habib tampil sebagai penyelamat setelah mencetak gol krusial di masa injury time
- Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, Sabtu (2/5/2026) sore, berakhir imbang 1-1. Laga ini sekaligus menjadi penutup perjalanan Persiraja musim ini
- Meski begitu, Persiraja sejatinya menargetkan kemenangan untuk mengamankan posisi lebih baik di klasemen
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh nyaris menutup kompetisi Liga Pegadaian Championship 2025–2026 dengan hasil pahit. Lantak Laju hampir menelan kekalahan ketiga secara beruntun dari PSMS Medan. Namun, pemain muda Asghal Habib tampil sebagai penyelamat setelah mencetak gol krusial di masa injury time.
Gol pada menit ke-94 dari pemain sayap kiri kelahiran Juli 2004 itu memastikan Persiraja terhindar dari kekalahan di kandang sendiri. Gol tersebut tercipta hanya dua menit sebelum wasit meniup peluit akhir.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, Sabtu (2/5/2026) sore, berakhir imbang 1-1. Laga ini sekaligus menjadi penutup perjalanan Persiraja musim ini.
Sepanjang musim, Asghal memang tampil agresif. Pemain jebolan Borneo FC U-20 itu mencatatkan dua gol dan empat assist. Ia kerap menjadi pemecah kebuntuan melalui pergerakan lincah di sisi sayap serta umpan-umpan matang ke lini depan.
Dalam laga tersebut, PSMS Medan lebih dulu membuka keunggulan melalui Filipe Cadenazzi pada menit ke-36. Gol berawal dari aksi individu Cadenazzi yang memperdaya kiper Andreas Fransisco. Bola sempat ditepis, tetapi tetap meluncur melewati garis gawang meski Ariel Kurung mencoba menghalau.
Persiraja sebenarnya memiliki peluang emas di awal pertandingan. Asghal Habib sempat memenangi sprint dan melepaskan tembakan, namun bola hanya melenceng tipis dari tiang gawang. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan PSMS 1-0.
Memasuki babak kedua, PSMS tampil lebih disiplin dengan memperketat lini pertahanan, sehingga menyulitkan Persiraja mengembangkan permainan. Persiraja sempat mendapatkan peluang emas melalui penalti, tetapi eksekusi yang tidak biasa dari Omid Popalzay berujung kegagalan.
Alih-alih langsung menembak, bola justru dioper kepada Connor Flynn. Namun, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol setelah ditepis kiper PSMS. Situasi ini membuat Pelatih Jaya Hartono kecewa karena aksi tersebut tidak sesuai instruksi.
Gol penyama kedudukan akhirnya datang di masa injury time. Berawal dari bola rebound hasil serangan Persiraja, Asghal Habib dengan sigap menyambar bola. Tembakannya sempat membentur pemain belakang PSMS sehingga arah bola berubah dan mengecoh kiper Ahmad Gunandi.
Persiraja sempat meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu, tetapi tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Jaya Hartono bahkan terlihat kecewa karena anak asuhnya dinilai terlalu lambat dalam membangun serangan.
Sejak awal laga, Persiraja tampil pincang tanpa tiga pemain kunci, yakni Juan Mera, Fitra Ridwan, dan Muhammad Revan. Absennya ketiganya sangat berpengaruh di lini berbeda. Situasi semakin berat karena pertandingan digelar tanpa penonton akibat sanksi PSSI, sehingga Persiraja kehilangan dukungan langsung suporter.
Juan Mera yang biasa menjadi motor serangan dari sisi sayap sudah absen dalam beberapa laga terakhir. Kapten tim Fitra Ridwan juga tidak tampil, padahal ia berperan penting dalam mengatur ritme permainan. Sementara di lini belakang, absennya Muhammad Revan membuat pertahanan kehilangan sosok tangguh.
Persiraja menutup musim di peringkat kelima dengan 40 poin, hasil dari 10 kemenangan, 10 imbang, dan 7 kekalahan. Mereka mencetak 42 gol dan kebobolan 32 gol.
Sementara itu, PSMS Medan finis di peringkat ketujuh dengan 36 poin, mencatatkan 9 kemenangan, 9 imbang, dan 9 kekalahan. Hasil imbang ini membuat posisi mereka disalip PSPS Pekanbaru yang naik ke peringkat keenam dengan 37 poin.
Secara keseluruhan musim ini, Persiraja kalah dominan dari PSMS. Pada pertemuan pertama, PSMS menang 1-0 lewat gol Rifal Lastori. Kemudian pada laga Januari lalu di Banda Aceh, Persiraja kembali kalah 1-2, kemenangan pertama PSMS di Lampineung dalam 10 tahun terakhir.
Pada laga penutup ini, Persiraja kembali tertinggal lebih dulu melalui gol Cadenazzi. Namun, gol injury time Asghal Habib memastikan Lantak Laju tidak menutup musim dengan kekalahan beruntun. Meski begitu, Persiraja sejatinya menargetkan kemenangan untuk mengamankan posisi lebih baik di klasemen.(mun)
Persiraja Banda Aceh
Pemain Persiraja Banda Aceh
Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL)
Tim Lantak Laju
Lantak Laju
Skuad Lantak Laju
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Persiraja Banda Aceh vs Garudayaksa FC, Gol Menit Akhir Frydek Gagalkan Kemenangan Laskar Rencong |
|
|---|
| Persiraja Banda Aceh Vs Garudayaksa, Peluang Menatap Liga 1 Bergantung Pada Nasib Pesaing |
|
|---|
| Hari Minggu Ini, Persiraja Jamu Garudayaksa di Lampineung, Tiket Segera Dibuka |
|
|---|
| Petaka Detik Terakhir Gagalkan Persiraja Curi Poin |
|
|---|
| Persiraja Menang di Bogor, Flynn Cetak 2 Gol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Asghal-Habib-Selamatkan-Wajah-Persiraja.jpg)