Sabtu, 25 April 2026

Idul Fitri 2026

Waktu Terbaik Puasa Syawal 6 Hari, Ini Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Keutamaannya

Usai menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Muslim kini dianjurkan melanjutkan amalan sunnah ypuasa enam hari.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Handover/ Tribun Timur
puasa sunah Syawal sudah bisa dilakukan. Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari dalam bulan Syawal. 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan yang dijalani selama sebulan penuh.

Namun bagi umat Muslim, berakhirnya Ramadhan bukan berarti berhenti beribadah.

Justru ada amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilanjutkan, yakni puasa enam hari di bulan Syawal atau yang dikenal sebagai puasa Syawal.

Ibadah ini bukan sekadar pelengkap.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

Keutamaan inilah yang membuat banyak orang mulai mencari tahu kapan waktu terbaik untuk mengerjakannya.

Apakah harus langsung setelah Lebaran, atau bisa dicicil di hari-hari berikutnya?

Baca juga: Amalan Bulan Syawal, Jangan Lewatkan Puasa Sunah 6 Hari dan Hal Apa Saja Dianjurkan

Jadwal terbaik menurut mazhab Imam Syafi'i

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya, memberikan penjelasan mendalam mengenai persoalan ini.

Melansir kajian dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan adanya perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan ulama mengenai waktu pengerjaannya.

Baca juga: Fenomena Puasa Ikut Rukyat, Lebaran Ikut Hisab Mencuat, Ulama Ingatkan Pentingnya Konsistensi

Dalam mazhab Imam Syafi'i, yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia, puasa Syawal sangat dikukuhkan untuk dikerjakan segera setelah hari raya, yakni mulai tanggal 2 Syawal (Minggu, 22 Maret 2026) secara berurutan selama enam hari hingga tanggal 7 Syawal.

"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 Syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.

Berikut tayangan video penjelasan lengkap Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa sunnah Syawal.

Sementara itu, menurut Imam Maliki, makruh apabila langsung memulai puasa sunnah Syawal setelahnya hari raya pertama Idul Fitri atau pada tanggal 2 Syawal.

Ini karena dikhawatirkan, puasa sunnah Syawal menjadi sebuah kewajiban sehingga dianggap bisa memberatkan orang.

"Jadi kalau Anda kenal yang Mazhab Maliki, tidak langsung (puasa) hari ke-2, 3, 4 nanti," jelas Buya Yahya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved