Jumat, 8 Mei 2026

Kajian Islam

Buya Yahya soal Taubat Transgender: Tak Perlu Operasi Ulang, Warganet Kaitkan Lucinta Luna

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa taubat adalah hal yang sangat mulia dan tidak perlu dipersulit dengan tindakan medis tambahan.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YOUTUBE/AL BAHJAH TV
Buya Yahya. 

SERAMBINEWS.COM - Fenomena seseorang yang ingin kembali ke identitas asal usai menjalani operasi perubahan gender kembali menjadi sorotan publik. Hal ini ramai diperbincangkan di media sosial, terlebih setelah dikaitkan dengan sosok publik seperti Lucinta Luna.

Menanggapi isu tersebut, pendakwah Buya Yahya memberikan pandangan tegas terkait proses taubat bagi seseorang yang pernah mengubah jenis kelaminnya.

Buya Yahya tidak menyebut nama tertentu dalam ceramahnya. Namun, pembahasan ini ramai dikaitkan warganet dengan sosok Lucinta Luna.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa taubat adalah hal yang sangat mulia dan tidak perlu dipersulit dengan tindakan medis tambahan.

“Orang yang bertobat dari dosa seperti tidak pernah punya dosa,” ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, jika seseorang telah benar-benar ingin kembali ke jalan yang dianggap benar, maka yang terpenting adalah kesungguhan hati, bukan operasi ulang.

Baca juga: Amalan untuk Meringankan Orang yang Wafat & Semasa Hidupnya Jarang Shalat, Ini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya menjelaskan, tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk menjalani operasi kembali demi “mengembalikan” kondisi fisik seperti semula. Bahkan, ia menilai tindakan tersebut justru bisa menimbulkan persoalan baru.

“Tidak perlu melakukan operasi lagi. Itu berat, biayanya besar, dan justru membuka aurat kembali,” jelasnya.

Ia menyarankan agar energi dan biaya yang ada lebih baik dialihkan untuk hal-hal bermanfaat, seperti membantu sesama atau memperbaiki diri.

Taubat Lebih Utama dari Penilaian Manusia

Lebih jauh, Buya Yahya juga menyoroti sikap masyarakat yang kerap memberikan komentar negatif atau nyinyir terhadap seseorang yang sedang berproses menjadi lebih baik.

Ia mengingatkan bahwa sikap merendahkan orang lain, apalagi yang sedang bertobat, merupakan perilaku yang tidak dibenarkan.

Baca juga: Takut Hamil, Istri Diam-diam Pasang KB, Bolehkah Tanpa Sepengetahuan Suami? Ini Kata Buya Yahya

“Dari yang tidak baik menuju baik saja dinyinyirin, apalagi ini. Harusnya didoakan, bukan direndahkan,” tegasnya.

Buya Yahya juga berpesan agar orang yang sedang berhijrah atau bertobat tidak mudah terpengaruh komentar negatif di media sosial.

Menurutnya, fokus utama adalah hubungan dengan Tuhan, bukan penilaian manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved