Kajian Islam
Buya Yahya soal Taubat Transgender: Tak Perlu Operasi Ulang, Warganet Kaitkan Lucinta Luna
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa taubat adalah hal yang sangat mulia dan tidak perlu dipersulit dengan tindakan medis tambahan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Fenomena seseorang yang ingin kembali ke identitas asal usai menjalani operasi perubahan gender kembali menjadi sorotan publik. Hal ini ramai diperbincangkan di media sosial, terlebih setelah dikaitkan dengan sosok publik seperti Lucinta Luna.
Menanggapi isu tersebut, pendakwah Buya Yahya memberikan pandangan tegas terkait proses taubat bagi seseorang yang pernah mengubah jenis kelaminnya.
Buya Yahya tidak menyebut nama tertentu dalam ceramahnya. Namun, pembahasan ini ramai dikaitkan warganet dengan sosok Lucinta Luna.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa taubat adalah hal yang sangat mulia dan tidak perlu dipersulit dengan tindakan medis tambahan.
“Orang yang bertobat dari dosa seperti tidak pernah punya dosa,” ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, jika seseorang telah benar-benar ingin kembali ke jalan yang dianggap benar, maka yang terpenting adalah kesungguhan hati, bukan operasi ulang.
Baca juga: Amalan untuk Meringankan Orang yang Wafat & Semasa Hidupnya Jarang Shalat, Ini Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya menjelaskan, tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk menjalani operasi kembali demi “mengembalikan” kondisi fisik seperti semula. Bahkan, ia menilai tindakan tersebut justru bisa menimbulkan persoalan baru.
“Tidak perlu melakukan operasi lagi. Itu berat, biayanya besar, dan justru membuka aurat kembali,” jelasnya.
Ia menyarankan agar energi dan biaya yang ada lebih baik dialihkan untuk hal-hal bermanfaat, seperti membantu sesama atau memperbaiki diri.
Taubat Lebih Utama dari Penilaian Manusia
Lebih jauh, Buya Yahya juga menyoroti sikap masyarakat yang kerap memberikan komentar negatif atau nyinyir terhadap seseorang yang sedang berproses menjadi lebih baik.
Ia mengingatkan bahwa sikap merendahkan orang lain, apalagi yang sedang bertobat, merupakan perilaku yang tidak dibenarkan.
Baca juga: Takut Hamil, Istri Diam-diam Pasang KB, Bolehkah Tanpa Sepengetahuan Suami? Ini Kata Buya Yahya
“Dari yang tidak baik menuju baik saja dinyinyirin, apalagi ini. Harusnya didoakan, bukan direndahkan,” tegasnya.
Buya Yahya juga berpesan agar orang yang sedang berhijrah atau bertobat tidak mudah terpengaruh komentar negatif di media sosial.
Menurutnya, fokus utama adalah hubungan dengan Tuhan, bukan penilaian manusia.
| Kurban Sekali Seumur Hidup atau Tiap Tahun? Ini Penjelasan Buya Yahya, Banyak yang Masih Keliru |
|
|---|
| Jumat Kedua di Bulan Zulkaidah, Ini 4 Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan, MasyaAllah Bisa Hapus Dosa |
|
|---|
| Bolehkah Berkurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Lengkap Buya Yahya |
|
|---|
| Dililit Hutang Bikin Gelisah? Buya Yahya Bagikan Doa Mustajab Ini, Amalkan Tiap Hari! |
|
|---|
| Ini Makna Haji Mabrur Menurut Buya Yahya, Ternyata Bukan Sekadar Ibadah di Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-menjelaskan-soal-hukum-kurban-patungan.jpg)