Minggu, 31 Mei 2026

Mihrab

Gila Pujian Jadi Penyakit Yang Membutakan Hati, Tgk Alizar Ajak Umat Baca Doa Ini

Kini, para pejabat, politisi, pengusaha, bahkan para intelektual dan pendakwah pun tidak luput dari godaan ingin dipuji. 

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
IST
Wakil Sekretaris PB HUDA Aceh, Tgk Alizar Usman MHum 

Gila Pujian Penyakit Yang Membutakan Hati, Tgk Alizar Ajak Umat Baca Doa Ini

SERAMBINEWS.COM - Di antara penyakit akhir zaman yang sering tidak disadari manusia adalah ingin terpandang, gila pujian dan obsesi untuk menjadi pusat perhatian. 

Sudah bukan rahasia lagi banyak manusia kini terjebak dalam ilusi paling halus dari zaman modern, yakni keinginan untuk terlihat hebat di mata sesama.

Melalui satu unggahan media sosial, satu foto dengan filter menawan, atau satu kalimat yang disukai ribuan orang, banyak yang merasa dirinya “ada.”

Padahal, justru di sanalah letak kerapuhan yang paling dalam.

Wakil Sekretaris PB HUDA Aceh, Tgk Alizar Usman MHum, menyebut fenomena ini sebagai penyakit akhir zaman yang merata di semua lapisan masyarakat. 

Dahulu, mungkin hanya artis dan selebritas yang gemar mencari sorotan.

Kini, para pejabat, politisi, pengusaha, bahkan para intelektual dan pendakwah pun tidak luput dari godaan ingin dipuji. 

“Manusia pasti memiliki keinginan untuk dipuji oleh orang lain atas kebaikan yang dilakukan. Selain itu, manusia juga kerap memuji kebaikan atau keberhasilan orang lain,”

“Memang pujian kadang-kadang dapat memberikan dampak yang positif bagi si penerima,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Namun, lanjut Tgk Alizar, sering sekali pujian itu justru menjerumus seseorang dalam keangkuhan dan tidak mengenal lagi jati dirinya. 

Pujian dapat diibaratkan seperti madu dan racun, karena terasa manis di mulut ketika diucapkan tetapi mengandung racun yang dapat membuat orang yang dipuji menjadi ria dan melupakan jati dirinya.

Karena itu tidak heran jika Ibnu Hajar al-Haitamy memasukkan sikap suka dipuji ini sebagai dosa besar apabila pujian itu dengan suatu yang tidak dilakukannya.

Sementara Imam al-Auza’i, seorang ulama salaf, mengajarkan doa khusus agar seseorang tidak terperangkap dalam jebakan pujian.

Apabila seseorang memuji orang lain di depannya, maka hendaknya berdoa:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved