Jumat, 8 Mei 2026

Mihrab

Khutbah Jumat - Tgk Shafwan Bendadeh Ajak Umat Hidupkan Semangat Wakaf Produktif

Inilah rahasia keabadian amal seorang mukmin ketika tubuhnya telah tiada, tetapi pahalanya terus mengalir tanpa henti.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh, Tgk Shafwan Bendadeh SHi MSh 

Khutbah Jumat - Tgk Shafwan Bendadeh Ajak Umat Hidupkan Semangat Wakaf Produktif

SERAMBINEWS.COM - Wakaf tidak lagi terbatas pada tanah dan bangunan. 

Kini, umat Islam dapat berwakaf melalui uang, hasil usaha, saham, bahkan instrumen produktif lainnya. 

Melalui wakaf uang, banyak kebaikan dapat diwujudkan seperti membantu pendidikan anak yatim, membiayai beasiswa, hingga mendirikan klinik gratis.

Semua itu tercatat sebagai amal jariyah di sisi Allah SWT.

Pesan penuh makna itu disampaikan oleh Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STIS Nahdlatul Ulama Aceh, Tgk Shafwan Bendadeh, SHI, M.Sh, dalam khutbah Jumat di Masjid Besar Lambaro Angan, Kecamatan Darussalam, (24/10/2025), bertepatan dengan 2 Jumadil Awal 1447 H.

Tgk Shafwan menguraikan, wakaf termasuk dalam sedekah jariyah yang dimaksud oleh Nabi Muhammad SAW.

Wakaf bukan sekadar memberi, tetapi menahan harta agar manfaatnya terus dirasakan oleh banyak orang. 

Inilah rahasia keabadian amal seorang mukmin ketika tubuhnya telah tiada, tetapi pahalanya terus mengalir tanpa henti.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Umar bin Khattab ra orang pertama yang mencontohkan wakaf produktif. 

Beliau menahan tanahnya di Khaibar, dan hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat.

Semangat inilah yang melahirkan peradaban Islam yang gemilang, berdirinya universitas, rumah sakit, dan lembaga sosial di dunia Islam pada masa lalu sebagian besar berdiri di atas tanah wakaf.

“Namun, di zaman modern ini, semangat itu mulai pudar. Banyak umat Islam belum memahami betapa strategisnya wakaf,”

“Kita lebih mudah menyalurkan sedekah yang habis dalam sehari, tapi lupa bahwa wakaf bisa menjadi mesin kebaikan jangka panjang,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved