Sabtu, 25 April 2026

Kajian Islam

Makna Musibah dalam Islam, Doa Rasulullah Saat Banjir, Juga Doa Nabi Nuh

Rasulullah SAW memberikan teladan melalui doa-doa ketika menghadapi hujan deras dan banjir.

Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/AI
ILUSTRASI BERDOA - Dalam Islam, musibah seperti banjir bukan hanya fenomena alam, tetapi juga ujian, peringatan, dan bagian dari takdir Allah SWT. Rasulullah SAW memberikan teladan melalui doa-doa ketika menghadapi hujan deras dan banjir. 

Ringkasan Berita:
  • Doa-doa saat banjir dan musibah telah dicontohkan Rasulullah SAW, termasuk doa agar hujan dialihkan serta doa perlindungan dari bencana.
  • Musibah dalam Islam dapat terjadi karena kehendak Allah, akibat perbuatan manusia, atau sesuai takdir yang telah tertulis di Lauhul Mahfuzh.
  • Sikap seorang Muslim ketika menghadapi musibah adalah bersabar, mengambil pelajaran, dan memperbaiki perilaku agar tidak menyebabkan kerusakan yang memicu bencana.

SERAMBINEWS.COM - Dalam Islam, musibah seperti banjir bukan hanya fenomena alam, tetapi juga ujian, peringatan, dan bagian dari takdir Allah SWT.

Rasulullah SAW memberikan teladan melalui doa-doa ketika menghadapi hujan deras dan banjir.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa musibah dapat terjadi atas kehendak Allah, akibat ulah manusia, atau karena takdir yang telah ditetapkan.

Dengan memahami ini, umat Islam dianjurkan untuk mengambil hikmah, memperbaiki diri, dan selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Seperti diketahui, tidak ada manusia yang tahu kapan datangnya musibah, misalnya banjir.

Bencana ini terkadang dapat datang secara cepat sehingga manusia kesulitan mengevakuasi diri atau menyelamatkan barang berharga mereka.

Baca juga: Wabup Abdya dan Abuya Amran Waly Hadiri Maulid di Suak Nibong, Gelar Doa Tolak Bala untuk Negeri 

Dalam Islam, setiap musibah yang datang bukan hanya sebagai ujian, melainkan juga peringatan atas perbuatan mereka.

Pada masa Rasulullah SAW, pernah terjadi kekeringan yang parah sehingga seseorang datang kepada beliau dan memintanya berdoa kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

Hujan tersebut turun selama berhari-hari hingga menyebabkan banjir bandang.

Rasulullah SAW kemudian berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan di gunung dan lembah.

Dalam skripsi berjudul Hadis Air Hujan antara Rahmat dan Musibah (Kajian Pemahaman Hadis) karya Teddy Isna Pratama, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2023) disebutkan doa Rasulullah SAW.

Doa saat Banjir
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā, allāhumma ‘alal-ākāmi wadh-dhirābi wa buṭūnil-awdiyati wa manābitisy-syajar.

Baca juga: Aceh Tengah Tanggap Darurat Bencana: 9 Orang Meninggal, Akses Lumpuh Total, Ribuan Warga Mengungsi

 
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, jangan langsung menimpa kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, di gunung-gunung, di lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari)

Doa Nabi Nuh saat Menghadapi Banjir

Doa Nabi Nuh saat Menghadapi Banjir
رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ
Rabbi anzilnī munzalan mubārakan wa anta khairul munzilīn.

Artinya: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku (turunkanlah aku) di tempat yang diberkahi, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi tempat.” (QS. Al-Mu’minun: 29)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved