Jumat, 24 April 2026

Berita Techno

Riset Harvard, AI Bikin Pekerja Terjebak dalam Fenomena “Workslop”

Karyawan kini menghabiskan waktu memilah-milah dokumen yang tampak rapi, namun tidak jelas maksudnya. 

Editor: Saifullah
Dok Akamai
ADOPSI AI - Ilustrasi perusahaan mulai mengadopsi AI generatif yang mendorong evoludi edge computing. 

Selain mengganggu efisiensi, ‘workslop’ juga membawa dampak psikologis. 

Karyawan merasa tertekan untuk merespons cepat aliran informasi, meski sebagian besar tidak berguna. 

Akibatnya, muncul frustrasi dan kelelahan mental.

Seorang analis keuangan mengaku harus menghabiskan hampir separuh waktunya memverifikasi laporan otomatis yang dikirim sistem. 

Baca juga: 25 Prompt Gemini AI Foto Studio yang Keren dan Elegan, Salin Perintahnya dan Sesuaikan Keinginan

“Seperti membaca makalah mahasiswa tingkat awal setiap hari. Panjang, tapi isinya tipis,” ujarnya.

Satu dari tiga responden survei menyatakan enggan bekerja dengan rekan yang sering mengirim konten seperti itu. 

Kepercayaan runtuh, kolaborasi terganggu, dan etos kerja tim melemah.

Penumpang vs Pilot: Dua Tipe Pengguna AI

Peneliti Harvard dan BetterUp membagi pengguna AI di tempat kerja menjadi dua tipe:

·         Penumpang: Menggunakan AI sebagai jalan pintas tanpa mempertimbangkan konteks atau kualitas.

Outputnya rapi di permukaan, tapi miskin substansi.

Baca juga: Kumpulan Prompt Gemini AI, Foto Nuansa Pernikahan Pakai Gaun Putih hingga India, Hasil Mirip ASLI

Mereka melempar beban kognitif ke rekan kerja.

·         Pilot: Menggunakan AI secara aktif dan cermat.

Mereka memberi prompt dengan konteks jelas, meninjau ulang hasil, dan memilih bagian yang benar-benar berguna.

AI bagi mereka adalah alat bantu, bukan pengganti berpikir.

‘Workslop’ mudah dibuat, tapi mahal untuk dibersihkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved