Kamis, 30 April 2026

Berita Sabang

Wisatawan Padati Tugu KM Nol

Rata-rata kunjungan berkisar 300 sampai 400 orang per hari. Itu belum termasuk wisatawan yang sudah menginap di sekitar sini. Tarmizi

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI KUTARAJA EDISI AHAD 20260329 
Ringkasan Berita:
  • Lokasi wisata Tugu Kilometer (KM) Nol Indonesia di Kota Sabang dipadati pengunjung saat liburan Idulfitri 1447 Hijriah
  • Tugu Kilometer Nol Indonesia sendiri merupakan salah satu ikon wisata utama di Sabang
  • Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola objek wisata Tugu KM Nol Indonesia bersama aparat TNI, Polri, dan perangkat gampong melakukan pengaturan arus lalu lintas pada jalur kendaraan 

“Rata-rata kunjungan berkisar 300 sampai 400 orang per hari. Itu belum termasuk wisatawan yang sudah menginap di sekitar sini.” Tarmizi, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bahari Iboih

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Lokasi wisata Tugu Kilometer (KM) Nol Indonesia di Kota Sabang dipadati pengunjung saat liburan Idulfitri 1447 Hijriah. Kepadatan mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran hingga Sabtu kemarin.

Arus wisatawan didominasi rombongan keluarga dari luar daerah. Mereka datang silih berganti sejak siang hingga sore, membuat area tugu, spot foto, hingga jalur masuk kawasan dipenuhi pengunjung.

Di titik utama Tugu KM Nol, antrean tidak terhindarkan. Pengunjung harus bergantian untuk berfoto, bahkan sebagian rela menunggu cukup lama demi mengabadikan momen di titik paling barat Indonesia tersebut.

Kondisi serupa juga terlihat di area parkir dan akses jalan menuju lokasi. Kendaraan wisatawan yang datang bersamaan menyebabkan arus lalu lintas melambat, terutama pada jam-jam padat.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bahari Iboih, Tarmizi, mengatakan lonjakan kunjungan selama libur Lebaran tahun ini cukup tinggi dibanding hari biasa. “Rata-rata kunjungan berkisar 300 sampai 400 orang per hari. Itu belum termasuk wisatawan yang sudah menginap di sekitar sini,” kata Tarmizi, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, mayoritas wisatawan berasal dari luar daerah, terutama dari Medan, Sumatera Utara, serta sejumlah wilayah lain di Aceh. Mereka umumnya datang dalam kelompok kecil maupun rombongan keluarga.

Tarmizi memperkirakan lonjakan ini masih akan berlangsung hingga Minggu besok sebelum berangsur normal. “Biasanya puncaknya sampai Sabtu, setelah itu mulai berkurang dan kembali normal,” ujarnya.

Berbeda dengan wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara selama periode ini relatif sedikit. Tingkat keramaian yang tinggi menjadi salah satu alasan. “Wisatawan luar negeri tetap ada, tapi tidak banyak. Mereka biasanya memilih datang saat kondisi lebih sepi,” katanya.

Tugu Kilometer Nol Indonesia sendiri merupakan salah satu ikon wisata utama di Sabang. Lokasinya di ujung barat Pulau Weh menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung.

Untuk masuk ke kawasan yang berada dalam wilayah Taman Wisata Alam (TWA) tersebut, pengunjung dikenakan retribusi Rp10.000 per orang pada hari biasa dan Rp15.000 saat hari libur.

Meski diwarnai kepadatan dan antrean, minat wisatawan tidak surut. Banyak pengunjung tetap bertahan hingga sore hari, menunggu giliran berfoto sebagai penanda telah tiba di titik paling barat Indonesia.(ap)

Beri Kenyamanan ke Pengunjung 

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola objek wisata Tugu KM Nol Indonesia bersama aparat TNI, Polri, dan perangkat gampong melakukan pengaturan arus lalu lintas pada jalur kendaraan. 

“Kita upayakan arus tetap bergerak agar tidak terjadi kemacetan panjang, sehingga pengunjung tetap nyaman,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bahari Iboih, Tarmizi.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga melakukan pengawasan di area keramaian guna menjaga ketertiban. Pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan serta tidak merusak fasilitas yang tersedia.(ap)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved