Minggu, 19 April 2026

Berita Banda Aceh

Arsitek Dunia Telusuri Jejak Tsunami di Banda Aceh

Aimee Roslan mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberi pemahaman langsung kepada peserta mengenai dampak tsunami serta langkah pemulihan

Editor: mufti
for serambinews/SERAMBI/HENDRI
KUNJUNGI MASJID RAYA - Peserta International Conference on Natural & Human Disaster 2026 (DR3) mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). Kunjungan lapangan yang diikuti arsitek dari berbagai negara itu menjadi bagian pembelajaran tentang ketangguhan bangunan bersejarah, mitigasi bencana, serta proses pemulihan Aceh pascatsunami 2004. 
Ringkasan Berita:
  • Para peserta dari dalam dan luar negeri diajak menelusuri sejumlah lokasi bersejarah yang terdampak Tsunami Aceh 2004.
  • Lokasi yang dikunjungi antara lain Masjid Raya Baiturrahman, gedung penyelamatan (escape building) di Lambung, kuburan massal korban tsunami, PLTD Apung, serta Museum Tsunami Aceh.
  • Kunjungan juga dilakukan ke Museum Tsunami Aceh yang dipandu langsung oleh arsiteknya, Ridwan Kamil.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Persatuan Arsitek Internasional atau Union Internationale des Architectes (UIA) melalui program kerja Natural and Human Disasters menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Natural & Human Disaster 2026: Rethinking Architecture - Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3) di Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026.

Pada hari kedua pelaksanaan konferensi, para peserta dari dalam dan luar negeri diajak menelusuri sejumlah lokasi bersejarah yang terdampak Tsunami Aceh 2004. Lokasi yang dikunjungi antara lain Masjid Raya Baiturrahman, gedung penyelamatan (escape building) di Lambung, kuburan massal korban tsunami, PLTD Apung, serta Museum Tsunami Aceh.

Ketua Penyelenggara DR3 Aceh 2026 sekaligus Ketua Region IV (Asia dan Oceania) UIA Natural and Human Disasters Work Programme, Aimee Roslan, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberi pemahaman langsung kepada peserta mengenai dampak tsunami serta langkah pemulihan yang dilakukan Aceh.

“Pada hari ini merupakan hari kedua di mana kita sudah membawa para peserta, baik lokal maupun internasional, ke beberapa situs yang terdampak tsunami di Aceh. Di situ para peserta dapat mempelajari tsunami itu sendiri dan bagaimana cara Aceh mengatasi bencana itu,” ujar Aimee.

Di Masjid Raya Baiturrahman, peserta diperlihatkan bagaimana bangunan bersejarah tersebut tetap kokoh berdiri saat tsunami menerjang, meski kawasan sekitarnya hancur. “Kita menceritakan bagaimana masjid ini tetap kekar berdiri, padahal sekelilingnya musnah pada masa tsunami itu,” katanya.

Rombongan juga mengunjungi PLTD Apung, melintasi kuburan massal korban tsunami, serta melihat langsung escape building di kawasan Lambung yang kini menjadi bagian penting infrastruktur mitigasi bencana. Menurut Aimee, peserta internasional mengaku kagum terhadap upaya rekonstruksi dan kesiapsiagaan bencana di Aceh, terutama pembangunan fasilitas evakuasi vertikal.

“Para peserta kita terutama dari luar negeri amat kagum sekali dengan bagaimana bangunan seperti escape building bisa dibangun dan amat berguna sekali untuk kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Dipandu Ridwan Kamil

Kunjungan juga dilakukan ke Museum Tsunami Aceh yang dipandu langsung oleh arsiteknya, Ridwan Kamil. Kehadiran Ridwan Kamil memberi penjelasan mengenai konsep desain museum sebagai ruang refleksi, memorial, sekaligus pusat edukasi kebencanaan.

“Sejujurnya para peserta amat bergembira sekali dan mereka mengatakan beginilah cara Aceh membangun kembali dan mengelola bencana dengan baik,” kata Aimee.

Ia menambahkan, kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dari konferensi untuk mengenang tragedi tsunami 2004 sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana.

“Tujuan kunjungan ini untuk memahami apa yang terjadi saat tsunami 2004, kemudian melihat langkah-langkah yang telah dibuat oleh pemerintah daerah dan pusat untuk mengantisipasi jika bencana serupa terjadi lagi,” ujarnya.

“Jadi kunjungan ini juga untuk mengenang kembali memori dan memberikan kesadaran bagi kita semua bahwa inilah yang terjadi bila bencana melanda,” pungkas Aimee.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Wisatawan Padati Tugu KM Nol

 

Purbaya Puji Kuliner Aceh

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved