Sabtu, 25 April 2026

Video

VIDEO - Warga Aceh Timur Geruduk SPBU di Aceh Timur, Karena Stok BBM Ditimbun

Saat ini situasi di lokasi telah kondusif, dan warga berharap agar para pengusaha dan pedagang minyak tidak mengambil keuntungan lebih

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ditengah bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur, terjadi ketegangan antara masyarakat dan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Idi Rayeuk. 

Ratusan warga korban banjir bandang melakukan protes keras setelah petugas SPBU menolak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan alasan stok kosong. 
Kemarahan warga memuncak karena bahan bakar sangat dibutuhkan ditengah situasi darurat bencana, massa menuntut agar pelayanan BBM segera dibuka. 

Pantauan Serambi Indonesia di lapangan masyarakat bahkan sempat mengancam membakar SBPU jika tangki penampungan tidak dibuka dan menunjukkan stok minyak kepada masyarakat. 

Baca juga: VIDEO - Bupati Al-Farlaky Sampaikan Keadaan Warga Aceh Timur Usai Banjir Bandang

Setelah banyak desakan, akhirnya petugas SPBU terpaksa membuka tangki penampungan, dan ditemukan bahwa stok minyak masih banyak dan berlimpah. 

"Segini stok minyak kalian bilang tidak ada, bohong semua kalian kepada masyarakat, kalau enggak dibuka penyaluran masyarakat akan mengamuk ini," tuturnya dalam aksi protes itu. 

Pelayanan dibuka kembali dengan pembatasan satu orang 30 ribu, serial masyarakat yang menggunakan sepeda motor diberi BBM dengan kapasitas Rp 30 Ribu, sementara yang mengantri dengan botol aqua diberi kuota 15 ribu. 

Saat ini situasi di lokasi telah kondusif, dan warga berharap agar para pengusaha dan pedagang minyak tidak mengambil keuntungan dari masyarakat yang sedang dilanda bencana. 

"Kami berharap, ketersediaan bahan pokok, termasuk BBM tidka ditimbun saat kondisi seperti ini," paparnya.

Hingga saat ini, stok BBM di Aceh Timur masih terbatas, banyak SPBU tidak memiliki bahan bakar, dan beberapa SPBU lainnya dipadati masyarakat hingga satu seratus meter antrian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved