Video
VIDEO - Iran Balas Serangan AS hingga Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper
IRGC menegaskan bahwa situasi masih berlangsung dan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menyatakan melakukan operasi balasan usai serangan militer AS terhadap wilayah Iran pada Selasa (9/6/2026).
Dalam laporan terbaru, Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk pada Rabu (10/6/2026) pagi waktu setempat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut operasi tersebut merupakan respons atas tindakan militer Amerika yang sebelumnya menyasar wilayah Iran.
Baca juga: Update Perang Iran Hari ke-103: Serangan AS Dibalas, Ancaman Eskalasi Meningkat
Selain mengklaim menyerang pangkalan militer AS, IRGC juga menyatakan berhasil menjatuhkan sebuah drone pengintai MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat.
Menurut keterangan IRGC, drone tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara Iran di Provinsi Bushehr sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan.
Tak berhenti di situ, Iran juga mengklaim melancarkan serangan menggunakan drone yang diarahkan menuju pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berada di Bahrain.
IRGC menyebut operasi tersebut berlangsung sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa situasi masih berlangsung dan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan.
Baca juga: Serangan Amerika Serikat ke Iran Ancam Rencana Damai di Timur Tengah
“Bentrok masih berlangsung,” demikian pernyataan IRGC.
Iran juga memberikan peringatan bahwa tindakan lanjutan dapat dilakukan apabila Amerika Serikat kembali melakukan operasi militer terhadap wilayahnya.
Peningkatan ketegangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan operasi yang disebut sebagai tindakan pertahanan terhadap sejumlah target di Iran.
Situasi tersebut membuat kawasan Teluk kembali menjadi sorotan internasional. Negara-negara di kawasan khawatir eskalasi antara Iran dan AS dapat berdampak terhadap keamanan regional serta jalur perdagangan energi dunia.
Hingga saat ini, masing-masing pihak masih memberikan informasi berbeda mengenai detail serangan dan dampak dari operasi militer yang terjadi.(*)
| VIDEO - Menlu Iran Beri Peringatan Keras ke AS, Araghchi: Tinggalkan Kawasan Jika Ingin Aman |
|
|---|
| VIDEO - Aksi Nekat Debt Collector Berujung Apes, Emak-Emak Lawan Balik di Halaman Rumah |
|
|---|
| VIDEO - SPBU Bireuen Normal, Pompa Pertamax Sepi |
|
|---|
| VIDEO - Mualem: Hampir Semua Sektor Butuh Penanganan Serius |
|
|---|
| VIDEO - Harga Pertamax Naik, Antrean Kendaraan di SPBU Aceh Besar Mengular |
|
|---|