Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Rumah Hanyut, Permukiman Berubah Jadi Sungai di Balee Panah

Salah seorang pengungsi, Mahdi, bercerita musibah diawali air yang naik secara perlahan.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ratusan warga Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terpaksa mengungsi sejak Kamis (27/11/2025). Mereka menyelamatkan diri ke beberapa titik pengungsian di dekat jalan Bireuen-Takengon setelah banjir bandang menyapu permukiman.

Amatan di lokasi menunjukkan sebagian besar kawasan permukiman di desa tersebut telah berubah menjadi aliran sungai. Hanya sebagian rumah di dekat kilometer 8 jalan Bireuen-Takengon yang masih tersisa, sementara lainnya ludes diterjang banjir.

Keuchik Balee Panah, Muntazar, menyatakan bencana tersebut sangat dahsyat. Sebanyak 63 unit rumah di desanya hilang diterjang banjir bandang dan kawasan permukiman telah menjadi sungai. Ia menyebut warga yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.

Salah seorang pengungsi, Mahdi, bercerita musibah diawali air yang naik secara perlahan. Pada Rabu (26/11/2025), warga memperkirakan banjir tidak akan besar. Namun, situasi berubah drastis setelah bendungan irigasi Pante Lhong hancur dan air meluap masuk ke perkampungan.

Listrik padam sehingga warga berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Mahdi mengungkapkan rumah tinggal keluarganya tidak tersisa sama sekali. Lokasi bekas tapak rumahnya pun sudah tidak terlihat dan berubah menjadi bagian dari sungai yang melebar hingga ratusan meter. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved