Wawancara Eksklusif
VIDEO - Melihat Pembangunan Masjid Aceh Sumatra di Malaysia
Komunitas Aceh bersama Madrasah Arrabbaniyah Darul Ikhlas di Melaka, Malaysia, resmi memulai pembangunan Masjid Aceh Sumatra di Melaka, Malaysia.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Khusna Maulidia
Laporan Wartawan Serambinews Firdha Ustin| Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komunitas Aceh bersama Madrasah Arrabbaniyah Darul Ikhlas di Melaka, Malaysia, resmi memulai pembangunan Kompleks Syeikh Samsuddin Al-Sumaterani atau Masjid Aceh Sumatra yang akan berdiri di atas lahan wakaf seluas 1 hektare di kawasan Pegoh, Melaka.
Syeikh Muhammad Kamal bin Sulaiman, penggagas pembangunan sekaligus pimpinan Madrasah Arrabbaniyah Darul Ikhlas, Senin (1/12/2025) menyampaikan bahwa lahan wakaf tersebut berasal dari masyarakat Malaysia yang tinggal di Pegoh.
Lahan itu sebelumnya direncanakan untuk pembangunan pondok pesantren namun sempat terbengkalai, lalu diserahkan kepada pihak madrasah untuk dikembangkan.
“Alhamdulillah dengan izin Allah S.W.T., kami mendapatkan wakaf tanah seluas satu hektare. Untuk tahap pertama, insya Allah kita akan bangun Masjid Aceh Sumatra di atas tanah tersebut,” ujar Syeikh Kamal kepada Serambinews.com.
Kompleks ini akan menjadi pusat kegiatan pendidikan, dakwah dan ekonomi umat.
Di sekitar masjid, pihak madrasah merencanakan pembangunan resort dakwah serta kedai-kedai sebagai bagian dari penggerak ekonomi komunitas. Untuk fase awal, bangunan masjid direncanakan berukuran 100 x 100 kaki persegi.
Saat ini, progres pembangunan masih berada pada tahap pembersihan dan penolakan tanah untuk persiapan tapak. Syeikh Kamal mengatakan, proses penggalangan dana juga terus berjalan dengan melibatkan masyarakat Aceh dan masyarakat Malaysia.
“Kami amat mengharapkan partisipasi dari semua pihak, baik berupa dana, ringgit, maupun bahan bangunan. Semua bantuan sangat berarti untuk menjayakan masjid ini,” ujarnya.
Peletakan batu pertama telah dijadwalkan pada Sabtu (29/11/2025), bertepatan dengan maulid masyarakat Aceh.
Setelah prosesi melihat tapak dan peletakan batu pertama, kegiatan akan dilanjutkan dengan acara maulid di kawasan Bachang, Melaka, bersama komunitas Aceh setempat.
Pembangunan masjid ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada Syamsuddin As-Sumatrani, ulama besar Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda yang wafat pada tahun 1630 dan dimakamkan di Kampung Ketek, Melaka.
Dengan dimulainya pembangunan tahap awal ini, komunitas Aceh di Melaka berharap kompleks Masjid Aceh Sumatra dapat menjadi pusat kebersamaan diaspora Aceh di Malaysia.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Diaspora Aceh Mulai Bangun Masjid Aceh Sumatra di Pegoh Melaka, Tanah Wakaf dari Warga Malaysia, https://aceh.tribunnews.com/news/1000407/diaspora-aceh-mulai-bangun-masjid-aceh-sumatra-di-pegoh-melaka-tanah-wakaf-dari-warga-malaysia.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah