Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - 13 Hari Pascabencana, Lumpur Tebal Masih Timbun Rumah Warga Pidie Jaya 

Air bercampur lumpur masih mengalir di badan jalan, yang saat ini belum surut. 

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia  Muhammad Nazar | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (9/12/2025), masih terkurung dengan lumpur tebal sisa banjir bandang, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. 

Lumpur tebal itu terbawa banjir menggenangi luar rumah hingga dalam rumah. Korban banjir berusaha membersihkan lumpur banjir tersebut secara mandiri, dengan bahu membahu bersama keluarga. Sebab, hingga 13 hari pasca banjir bandang terjadi tanggal 26 November 2025, belum adanya relawan maupun pemerintah untuk membersihkan rumah masyarakat tergenang lumpur. 

Saat ini, Pemerintah Pidie Jaya hanya membersihkan lumpur di badan jalan, agar memudahkan akses kendaraan menyalurkan bantuan. Saat ini, hasil pantauan di Gampong Beurawang, Mayang Cut, Meunasah Lhok dan Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudue masih terkurung dengan lumpur banjir tebal. 

Selain itu, di Gampong Meunasah Lhok jalan berubah fungsi menjadi alur sungai. Sehingga air lumpur masih mengalir di badan jalan. Air bercampur lumpur masih mengalir di badan jalan, yang saat ini belum surut. 

Jalan berfungsi menjadi sungai akibat alur sungai telah tertimbun lumpur. Berubahnya jalan menjadi sungai sangat mengganggu masyarakat yang terdampak banjir. 

Warga meminta kepada pemerintah untuk membantu membersihkan lumpur tebal dari sisa banjir. Tanpa bantuan pemerintah lumpur tebal itu akan membutuhkan lama untuk dibersihkan. Tinggi genangan lumpur tebal sisa banjir itu 1 meter hingga 50 centimeter. (*)

Narator: Dara

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved