Sabtu, 18 April 2026

Video

VIDEO Langkah Panjang Teuku Riefky dari Pidie-Aceh Tamiang Temui Warga Terdampak Banjir 

Banyak warga mengaku belum bisa kembali ke rumah karena lumpur yang mengeras membuat pintu tak bisa dibuka

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: T Nasharul

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Banjir yang melanda Aceh beberapa hari terakhir telah merendam dan merusak puluhan ribu rumah, memutus akses jalan, serta memaksa ratusan orang meninggalkan tempat tinggal mereka. 

Di tengah situasi itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya (TRH) memutuskan untuk turun langsung meninjau dampak di lapangan.

Ia tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar sekitar pukul 10.30 WIB, lalu tanpa banyak jeda langsung bergerak menuju Kabupaten Pidie.

Di daerah ini, sejumlah rumah warga masih terendam setinggi lutut hingga pinggang, sementara lumpur pekat menutupi halaman, perabotan, dan lantai rumah. 

Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke posko darurat, membawa hanya sedikit barang yang sempat diselamatkan. 

Baca juga: Dari Aceh Tamiang, Menko Pangan Zulkifli Hasan Singgah ke Langsa, Datangi Pengungsian Korban Banjir

Perjalanan kemudian berlanjut ke Pidie Jaya dan Bireuen.

Di dua wilayah tersebut, banjir tidak hanya merendam desa-desa, tapi juga menggerus sebagian besar jalan utama. Riefky berjalan dari satu rumah ke rumah lain, melihat bagaimana lumpur dan endapan tanah menimbun ruang tamu, dapur, bahkan kamar tidur warga.

Kondisi semakin berat saat rombongan tiba di Bireuen. 

Akses jalan di titik itu terputus total. Di tengah gelap malam, hanya diterangi senter dan lampu nelayan, rombongan menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu. 

Perahu itu biasanya dipakai untuk memancing, namun kini menjadi satu-satunya alat transportasi untuk membawa warga dan petugas melintas. 

Dari Lhokseumawe, rombongan bersiap melanjutkan perjalanan pada dini hari. 
Rombongan harus tiba di Aceh Tamiang sekitar pukul sembilan pagi, daerah yang disebut sebagai pusat kerusakan terparah. 

Di wilayah itu, puluhan rumah rusak berat, beberapa roboh terseret arus, dan sebagian lainnya tampak hanya menyisakan rangka atap. 

Baca juga: Istri Wagub Aceh Kunjungi dan Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang di Jangka Bireuen

Ratusan warga berkumpul di posko-posko pengungsian, duduk di tikar seadanya, berdesakan dengan balita, lansia, dan ibu-ibu yang masih belum pulih.

Banyak warga mengaku belum bisa kembali ke rumah mereka karena lumpur yang mengeras membuat pintu dan jendela tak bisa dibuka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved