Rabu, 13 Mei 2026

Video

VIDEO - Kekuatan Rudal Nuklir Iran Belum Lumpuh, 90 Persen Aktif

90 persen fasilitas rudal bawah tanah milik Iran dilaporkan telah kembali beroperasi, baik secara penuh maupun sebagian.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Laporan terbaru media Amerika Serikat, The New York Times, mengungkap kondisi militer Iran pascakonflik dengan Amerika Serikat dan Israel masih jauh dari klaim kehancuran total yang sebelumnya disampaikan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam laporan yang terbit pada 12 Mei 2026, media tersebut mengutip sumber intelijen AS yang mengetahui isi laporan rahasia pemerintah.

Menurut laporan itu, Iran disebut masih mempertahankan sebagian besar kemampuan rudal strategisnya.

Bahkan, sekitar 90 persen fasilitas rudal bawah tanah milik Iran dilaporkan telah kembali beroperasi, baik secara penuh maupun sebagian.

Baca juga: VIDEO - Gelombang Rudal Iran Guncang Hormuz, Tiga Kapal Perusak AS Mundur

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas operasi militer gabungan AS dan Israel yang sebelumnya diklaim berhasil melumpuhkan kekuatan tempur Iran.

“Menurut penilaian intelijen yang dilakukan awal bulan ini menggunakan citra satelit dan teknologi pemantauan canggih, Iran masih memiliki sekitar 70 persen peluncur rudal bergerak serta hampir 70 persen stok rudal yang dimiliki sebelum perang,” tulis laporan The New York Times.

Selain itu, badan intelijen militer AS juga melaporkan Iran telah kembali mendapatkan akses terhadap sebagian besar fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal bawah tanahnya.

Fasilitas tersebut tersebar di berbagai wilayah Iran dan disebut masih mampu mendukung aktivitas militer strategis negara tersebut.

Laporan itu juga menyebut Iran masih dapat memindahkan rudal melalui jalur bawah tanah menggunakan platform bergerak.

Pada sejumlah lokasi, sistem peluncur bahkan dikabarkan telah terintegrasi langsung di dalam bunker bawah tanah.

Situasi di kawasan Selat Hormuz disebut menjadi perhatian serius Washington mengingat jalur tersebut merupakan salah satu titik strategis perdagangan energi dunia.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran maupun Pentagon terkait laporan intelijen tersebut.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved