Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Korban Banjir Bandang Ketambe Blokir Jalan Nasional

Mereka menyatakan telah 21 hari hidup dalam ketakutan pascabanjir bandang yang mengancam pemukiman akibat derasnya Sungai Alas.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tengggara

SERAMBINEWS.COM, ACEH TENGGARA - Puluhan korban banjir bandang dari Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, memblokir ruas jalan nasional penghubung Aceh Tenggara ke Sumatera Utara pada Rabu (17/12/2025) siang. Aksi ini dilakukan untuk mendesak perpindahan alur Sungai Alas yang menjadi wewenang Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 serta perbaikan jalan nasional yang amblas.

Aksi yang didominasi kaum ibu itu menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Kutacane menuju Medan dan sebaliknya. Mereka menyatakan telah 21 hari hidup dalam ketakutan pasca banjir bandang yang mengancam pemukiman akibat derasnya Sungai Alas. Warga menegaskan tuntutan mereka bukan bantuan sandang pangan, melainkan penyelesaian fundamental dengan memindahkan alur sungai dan memperbaiki jalan.

Pengulu Ketambe, Lahat, menyampaikan bahwa warga bahkan telah membiayai sendiri alat berat excavator untuk menanggulangi kondisi sungai yang mulai surut. Di tengah aksi, istri Bupati Aceh Tenggara, Nurjanah, turun langsung untuk bernegosiasi. Setelah 15 menit pembicaraan, jalan akhirnya dibuka kembali untuk kendaraan.

Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry, kemudian menanggapi dengan berjanji akan menurunkan alat berat excavator ke lokasi untuk menangani aliran Sungai Alas. (*)

Narator: Dara

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved