Kamis, 16 April 2026

Video

VIDEO Krisis Kemanusiaan di Aceh, Massa di Meulaboh Tuntut Bantuan Asing Dibuka

Sejumlah aktivis, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Masjid Agung Baitul Makmur

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Fadia Azzahara

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT – Sejumlah aktivis, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (19/12/2025) sore. Mereka mendesak Pemerintah Pusat agar menetapkan bencana banjir yang melanda Aceh dan wilayah Sumatera sebagai bencana nasional.

Aksi yang berlangsung usai pelaksanaan Shalat Ashar itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi masyarakat terdampak banjir dan longsor yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal. Para demonstran membawa bendera putih sebagai simbol permohonan dan keputusasaan rakyat yang terdampak bencana.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menyampaikan bahwa penetapan status bencana nasional sangat penting agar bantuan, termasuk bantuan internasional, dapat segera masuk untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga: Polres Sabang Gelar Operasi Lilin Seulawah 2025, Fokus Amankan Natal dan Tahun Baru

Kondisi di lapangan disebut sangat memprihatinkan. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan kini harus bertahan di tenda-tenda pengungsian. Ribuan rumah dilaporkan hancur, dan terkubur, kebun-kebun milik petani rusak, serta aktivitas pendidikan lumpuh akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Koordinator Aksi Pengibaran Bendera Putih Aceh Barat, Rahmat Putra, mengatakan hingga saat ini masih banyak pengungsi yang kekurangan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Bukti di lapangan jelas, ribuan warga masih mengungsi, rumah-rumah hancur, lahan pertanian rusak, dan bantuan belum merata. Pemerintah harus menyadari bahwa penanganan ini tidak bisa dilakukan setengah-setengah,” ujar Rahmat.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Satukan Pemda, Bantuan Bencana Sumatera Terkumpul Rp48 Miliar

Ia menegaskan, masyarakat Aceh membutuhkan penanganan yang serius dan cepat karena dampak bencana telah melumpuhkan sumber ekonomi warga dan merenggut banyak nyawa.

Aksi tersebut berlangsung tertib, dengan sejumlah perwakilan massa secara bergantian menyampaikan aspirasi. Mereka menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan hingga pemerintah menetapkan bencana Aceh sebagai bencana nasional demi keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved