Video
VIDEO PMI Membawa Harapan ke Aceh Sumatera Dari Lumpur ke Buku
Palang Merah Indonesia (PMI) hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa simbol pemulihan
SERAMBINEWS.COM - Di tengah sisa lumpur dan kayu yang menutup jalan-jalan desa di Sumatera dan Aceh, denyut kehidupan perlahan berusaha bangkit.
Palang Merah Indonesia (PMI) hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa simbol pemulihan: dari cangkul, sekop, buku, hingga pakaian.
Lumpur yang menutup jalanan dan rumah-rumah warga di Sumatera dan Aceh belum sepenuhnya kering.
Di antara rumah-rumah yang tertimbun material banjir bandang, suara sekop dan cangkul terdengar bersahutan. Warga berusaha membuka akses, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) hadir dengan tenaga dan kepedulian.
Sejak gelombang banjir bandang melanda, PMI tak hanya bergerak di garis depan pembersihan lingkungan mengangkat kayu, lumpur, dan sisa material yang menutup permukiman serta fasilitas umum, tetapi juga menyalakan kembali harapan.
Di sekolah-sekolah yang kehilangan buku pelajaran, PMI menyalurkan satu juta eksemplar agar anak-anak bisa kembali belajar.
Di pos-pos darurat, perhatian PMI tak berhenti pada pendidikan. Mereka juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Sebanyak 120 ribu potong pakaian dibagikan, menjadi simbol sederhana bahwa kepedulian bisa hadir dalam bentuk paling nyata: sandang untuk melanjutkan hidup.
Bagi warga yang kehilangan rumah dan akses, kehadiran PMI bukan sekadar bantuan logistik.
Ia menjadi tanda bahwa di tengah lumpur dan puing, ada tangan yang merangkul, ada upaya yang menyalakan kembali semangat untuk bangkit.
Selain fokus pada pembersihan lingkungan, PMI juga memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan dengan menyalurkan 1 juta eksemplar buku pelajaran bagi anak-anak sekolah terdampak. Bantuan ini diberikan menyusul banyaknya buku siswa yang rusak atau hanyut akibat banjir bandang.
Cangkul, sekop, hingga excavator
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan pascabanjir, Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan peralatan pembersihan dalam jumlah besar.
Bantuan tersebut mencakup 20.000 cangkul, 20.000 sekop, dan 20.000 cleaning kit, serta 41 unit excavator mini dan 6 unit excavator besar.
Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan dan mendorong masyarakat agar dapat melakukan pembersihan secara mandiri.
“Kita bersama BNPB membersihkan jalan, lumpur, dan kayu. Fokus kita adalah rumah-rumah warga, dengan mengirim peralatan agar masyarakat bisa melakukan pembersihan secara mandiri,” ujar Jusuf Kalla dalam siaran pers yang diterima Serambi, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, keberadaan excavator mini sangat penting karena lebih mobile dan mampu menjangkau kawasan permukiman padat yang tertimbun lumpur, sehingga mempercepat pembersihan rumah warga.
Seluruh bantuan peralatan ini dijadwalkan diberangkatkan pada 3 Januari 2026 menggunakan kapal Kalla Lines melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Sumatera dan Aceh.
PMI berharap proses pembersihan lingkungan, rumah warga, dan fasilitas umum dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat segera kembali beraktivitas normal.
1 Juta buku
Selain fokus pada pembersihan lingkungan, PMI juga memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan dengan menyalurkan 1 juta eksemplar buku pelajaran bagi anak-anak sekolah terdampak. Bantuan ini diberikan menyusul banyaknya buku siswa yang rusak atau hanyut akibat banjir bandang.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga masa depan anak-anak.
Karena itu PMI menyediakan buku agar mereka bisa kembali belajar dan bersekolah seperti biasa,” jelas Jusuf Kalla.
Saat ini, seluruh bantuan buku tengah diproses dan dikemas di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Bantuan akan diloading ke kapal pada 2 Januari 2026, dan diberangkatkan sehari kemudian menuju Sumatera dan Aceh.
PMI menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan sosial, khususnya memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
120 Ribu pakaian
Dalam tahap penanganan darurat, PMI juga menyalurkan 120 ribu potong pakaian untuk laki-laki dan perempuan.
Bantuan sandang tersebut meliputi baju koko dan celana panjang pria, busana wanita, hijab, mukena, sajadah, serta pakaian dalam pria dan wanita.
“PMI fokus membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.
Pada tahap ini, kami menyiapkan 120 ribu potong pakaian agar para korban tetap memiliki sandang yang layak selama masa pemulihan,” ujar Jusuf Kalla.
Seluruh bantuan sandang saat ini sedang dikemas di Markas Pusat PMI. Proses pengemasan dilakukan agar bantuan tiba dalam kondisi bersih, rapi, dan siap langsung didistribusikan.
Bantuan akan mulai diloading ke kapal pada 2 Januari 2026, sebelum diberangkatkan pada 3 Januari 2026 melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Jusuf Kalla menambahkan, PMI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta relawan di lapangan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan merata.
“Kami bekerja sama dengan seluruh pihak terkait agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat meringankan beban mereka,” tegasnya.
Dengan pengiriman bantuan sandang ini, PMI berharap dapat memenuhi kebutuhan dasar korban banjir sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat di Sumatera dan Aceh. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah
Baca juga: Fokus Kebutuhan Dasar, PMI Kirim 120 Ribu Pakaian untuk Warga Terdampak Banjir Sumatra
Baca juga: PMI Salurkan 1 Juta Buku untuk Anak Sekolah Korban Banjir Sumatera dan Aceh
Baca juga: PMI Fokus Bersihkan Banjir Sumatera–Aceh, Kirim Puluhan Ribu Cangkul, Sekop, dan Puluhan Excavator
| VIDEO - Kodim Buka Isolasi Empat Kampung di Sekerak Aceh Tamiang |
|
|---|
| VIDEO - Kemenpar dan Anggota DPR RI Sosialisasi Event Berbasis Kearifan Lokal di Nagan Raya |
|
|---|
| VIDEO Penampakan Dua Kapal Kargo Disita Iran di Selat Hormuz |
|
|---|
| VIDEO Kapolres Abdya Panen Semangka di Kebun Binaan Bang Bhabin |
|
|---|
| VIDEO 37 Pekerja Migran Indonesia Ilegal dari Malaysia Tiba di Aceh |
|
|---|