Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO PMI Membawa Harapan ke Aceh Sumatera Dari Lumpur ke Buku

Palang Merah Indonesia (PMI) hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa simbol pemulihan

Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM - Di tengah sisa lumpur dan kayu yang menutup jalan-jalan desa di Sumatera dan Aceh, denyut kehidupan perlahan berusaha bangkit.

Palang Merah Indonesia (PMI) hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa simbol pemulihan: dari cangkul, sekop, buku, hingga pakaian.

Lumpur yang menutup jalanan dan rumah-rumah warga di Sumatera dan Aceh belum sepenuhnya kering.

Di antara rumah-rumah yang tertimbun material banjir bandang, suara sekop dan cangkul terdengar bersahutan. Warga berusaha membuka akses, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) hadir dengan tenaga dan kepedulian.

Sejak gelombang banjir bandang melanda, PMI tak hanya bergerak di garis depan pembersihan lingkungan mengangkat kayu, lumpur, dan sisa material yang menutup permukiman serta fasilitas umum, tetapi juga menyalakan kembali harapan.

Di sekolah-sekolah yang kehilangan buku pelajaran, PMI menyalurkan satu juta eksemplar agar anak-anak bisa kembali belajar.

Di pos-pos darurat, perhatian PMI tak berhenti pada pendidikan. Mereka juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Sebanyak 120 ribu potong pakaian dibagikan, menjadi simbol sederhana bahwa kepedulian bisa hadir dalam bentuk paling nyata: sandang untuk melanjutkan hidup.

Bagi warga yang kehilangan rumah dan akses, kehadiran PMI bukan sekadar bantuan logistik.

 Ia menjadi tanda bahwa di tengah lumpur dan puing, ada tangan yang merangkul, ada upaya yang menyalakan kembali semangat untuk bangkit.

Selain fokus pada pembersihan lingkungan, PMI juga memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan dengan menyalurkan 1 juta eksemplar buku pelajaran bagi anak-anak sekolah terdampak. Bantuan ini diberikan menyusul banyaknya buku siswa yang rusak atau hanyut akibat banjir bandang.

Cangkul, sekop, hingga excavator

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan pascabanjir, Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan peralatan pembersihan dalam jumlah besar.

Bantuan tersebut mencakup 20.000 cangkul, 20.000 sekop, dan 20.000 cleaning kit, serta 41 unit excavator mini dan 6 unit excavator besar.

Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan dan mendorong masyarakat agar dapat melakukan pembersihan secara mandiri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved