Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Guru Besar UI Sebut Prabowo Berpeluang Jadi Penengah AS–Venezuela

Politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif membuka ruang bagi Presiden Prabowo untuk terlibat langsung

SERAMBINEWS.COM – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk berperan sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela.

Ketegangan kedua negara memuncak setelah terjadinya serangan di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada Senin (3/1/2026).

Hikmahanto menilai, politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif membuka ruang bagi Presiden Prabowo untuk terlibat langsung dalam upaya meredakan konflik internasional tersebut.

Baca juga: VIDEO - Netanyahu Acungi Jempol Trump usai Maduro Ditangkap, Operasi AS Disebut Tanpa Cela

Menurutnya, posisi Indonesia memungkinkan Prabowo melakukan diplomasi ulang-alik atau shuttle diplomacy dengan menjalin komunikasi ke berbagai pihak yang terlibat, termasuk negara-negara yang berada di balik konflik AS–Venezuela.

Ia berpandangan, peran Indonesia saat ini sangat dibutuhkan di tengah sikap masyarakat internasional yang terbelah antara mengutuk dan membenarkan langkah militer Amerika Serikat.

“Kita tahu Presiden sangat terlibat dalam berbagai persoalan internasional. Bukan tidak mungkin beliau akan melakukan diplomasi ulang-alik,” ujar Hikmahanto dalam wawancara dengan Tribunnews.com, Senin (5/1/2026).

Terkait serangan Amerika Serikat ke Venezuela, Hikmahanto menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional, khususnya Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pasal tersebut mengatur kewajiban negara anggota PBB untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah dan kemerdekaan politik negara lain.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan sikap resmi atas penangkapan Nicolás Maduro. Indonesia mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog serta mematuhi hukum internasional.

Pemerintah juga menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik di Venezuela akibat serangan Amerika Serikat, yang dinilai berisiko mengganggu stabilitas kawasan dan perdamaian global.(*)

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved