Video

VIDEO - Pascabanjir, Rumah Warga Blang Guron Masih Tertimbun Lumpur

Dua unit rumah dilaporkan hilang terbawa arus, yaitu milik Megawati (55) dan Cut Naziati di Dusun Blang Krek yang hanya menyisakan separuh bangunan.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Hampir seluruh rumah warga di Desa Blang Guron, Bireuen, hingga Minggu (4/1/2025) masih dipenuhi endapan lumpur pascabanjir bandang akhir November lalu. Musibah tersebut berdampak pada 119 kepala keluarga atau lebih dari 580 jiwa.

Pantauan di lapangan menunjukkan lumpur tebal masih mengelilingi bagian dalam dan luar rumah warga. Areal persawahan serta jalan desa juga dalam kondisi yang sama. Sejumlah warga terlihat membersihkan bagian dalam rumah secara mandiri, sementara halaman dan jalan desa belum tersentuh pembersihan. Hamparan sawah dan fasilitas umum masih tertutup endapan lumpur.

Keuchik Blang Guron, Munzir, menjelaskan banjir bandang menerjang desanya dari dua arah, utara dan timur, karena berbatasan dengan Krueng Sawang, Aceh Utara. Banjir mulai melanda pada Selasa (25/11/2024) malam dan memuncak dengan ketinggian dua meter pada Rabu pagi. Saat itu, sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi di Dusun Lhok Jrok dan Gampong Cot Teube, atau naik ke lantai dua masjid.

Warga baru dapat turun dan melakukan evakuasi menggunakan rakit setelah air surut di bawah dua meter. Akibat banjir, 60 hektar sawah, kebun, serta permukiman warga terendam lumpur. Peralatan dan perangkat elektronik di masjid juga rusak.

Dua unit rumah dilaporkan hilang terbawa arus, yaitu milik Megawati (55) dan Cut Naziati di Dusun Blang Krek yang hanya menyisakan separuh bangunan. Sekitar 200 unit rumah atau 80 persen rumah di desa tersebut mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved