Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO - AS Rampas Tanker Minyak Rusia, Moskow Murka: Hukum PBB Dilanggar

Kapal tanker itu pertama kali menjadi sasaran AS setelah dilaporkan mencoba mendekati Venezuela akhir tahun lalu. 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Transportasi Rusia membenarkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menyita kapal tanker minyak Marinera.

Penyitaan berlangsung di Atlantik Utara pada Rabu (7/1/2026) setelah terjadi aksi kejar-kejaran dari Laut Karibia.

Dikutip dari Russia Today pada Kamis (8/1/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa penyitaan kapal tersebut terkait dengan blokade minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal.

Kapal tanker itu pertama kali menjadi sasaran AS setelah dilaporkan mencoba mendekati Venezuela akhir tahun lalu. 

Penjaga Pantai AS berusaha menahan kapal tersebut, namun awak kapal menolak untuk mengizinkan orang Amerika naik ke kapal, dan kabur ke Atlantik. 

Selama pengejaran, kapal tersebut mengubah namanya dari Bella-1 menjadi Marinera dan mengganti benderanya dari Guyana menjadi Rusia.

Kementerian Transportasi Rusia menyatakan bahwa Marinera telah menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera nasional pada tanggal 24 Desember 2025. 

Moskow menuduh AS melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Pasalnya saat penyitaan berlangsung, Marinera berada di luar perairan teritorial negara mana pun.

Rusia sebenarnya sudah mengerahkan kapal perang untuk mengawal Marinera, namun AS masih saja nekat menyita.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers pada Rabu (7/1/2026) mengatakan, kapal tanker itu adalah armada bayangan Venezuela dan dianggap tidak memiliki kewarganegaraan. (*)

Host        :  Siti Masyithah 
Editor     :  Rahmat Erik Aulia

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved