Video
VIDEO Serangan Udara Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina, 13 Luka-luka
Militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan beberapa wilayah lain pada Jumat, 9 Januari 2026.
SERAMBINEWS.COM - Militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan beberapa wilayah lain pada Jumat, 9 Januari 2026.
Serangan yang melibatkan kombinasi rudal dan drone ini mengakibatkan sedikitnya tiga orang tewas serta 13 lainnya luka-luka di Kyiv, termasuk seorang petugas medis yang gugur saat merespons hantaman drone susulan di sebuah gedung perumahan.
Pihak berwenang setempat, termasuk Wali Kota Vitali Klitschko dan Gubernur Mykola Kalashnyk, terus mengimbau warga untuk tetap berada di tempat perlindungan karena ancaman rudal dari pesawat pembom Rusia masih dinyatakan aktif di seluruh negeri.
Eskalasi ini juga menyasar infrastruktur di wilayah Ukraina barat, di mana sebuah rudal balistik dilaporkan menghantam fasilitas di kota Lviv tepat sebelum tengah malam.
Meskipun serangan tersebut menimbulkan kerusakan, otoritas militer regional mengonfirmasi bahwa tingkat radiasi di sekitar lokasi tetap berada dalam kisaran normal.
Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv mengeluarkan peringatan darurat mengenai potensi serangan udara signifikan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Secara politis, serangan ini dipandang sebagai bentuk penolakan keras Rusia terhadap proposal perdamaian pasca-perang yang baru saja disusun dalam pertemuan puncak di Paris.
Moskow secara tegas menyebut Kyiv dan sekutunya sebagai "poros perang" dan menolak mekanisme penjaga perdamaian multinasional yang diusulkan oleh Eropa dan AS.
Pemerintah Rusia bahkan memperingatkan bahwa setiap pengerahan pasukan penjaga perdamaian Barat ke wilayah Ukraina akan dianggap sebagai target militer yang sah bagi pasukan mereka. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah
Baca juga: Trump Ancam Kuasai Greenland Ternyata demi Hadang Rusia dan China?
Baca juga: AS Tangkap Kapal Tanker Rusia, Putin Kerahkan Kapal Selam ke Atlantik Utara
Baca juga: Ingin Kuasai Minyak, AS Tuntut Venezuela Putuskan Hubungan dengan Rusia dan China
| VIDEO Komando AS Sebut Kapal Induk Ketiga AS Tiba di Timur Tengah Saat Gencatan |
|
|---|
| VIDEO Iran 'Diserang', Sistem Pertahanan Diaktifkan Secara Penuh |
|
|---|
| VIDEO Muncul Kilatan Cahaya Misterius di Langit Iran saat Genjatan Senjata |
|
|---|
| VIDEO Polres Bireuen Ungkap Penyebab Dua Remaja Meninggal Bukan Laka Tunggal |
|
|---|
| VIDEO Militer Iran Diduga Pasang Jebakan Baru Saat Kapal Induk Ketiga AS Tiba di Timur Tengah |
|
|---|