Sabtu, 25 April 2026

Video

VIDEO Iran Minta Bantuan China Jika Amerika Serang Teheran

Araghchi menegaskan kepada Menlu China bahwa para demonstran Iran telah diprovokasi oleh kekuatan eksternal

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Sinyal AS menyerang Iran semakin menguat lantaran Presiden Donald Trump melakukan rapat khusus dengan jajarannya.

Di tengah menguatnya sinyal serangan tersebut, Iran gerak cepat menelepon sekutunya China.

Adapun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi melalui sambungan telepon pada Kamis (15/1/2026).

Dalam telepon tersebut, China berjanji memainkan "peran konstruktif" dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Araghchi menegaskan kepada Menlu China bahwa para demonstran Iran telah diprovokasi oleh kekuatan eksternal.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa situasi di Teheran sudah stabil.

Baca juga: Rusia Tegaskan Tetap Berdagang dengan Iran Meski Ada Ancaman AS

Pihaknya mengklaim Iran telah menyiapkan tindakan balasan terhadap campur tangan asing.

Oleh sebab itu, Iran berharap China akan memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga perdamaian global.

Diketahui telepon tersebut terjadi seusai Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Iran jika pembunuhan terhadap para demonstran terus berlanjut.

Di satu sisi, Iran memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan pasukan AS di Timur Tengah.

Hal itu terjadi jika Washington melancarkan serangan terhadap Iran.

Seusai pernyataan Iran, Trump pun menarik sejumlah personel militer AS untuk meninggalkan pangkalan udara mereka yang ada di Qatar.

Artikel ini telah tayang di China Bekingi Iran seusai Trump Ancam Pasukan AS Bakal Serang Teheran, Menlu Tiongkok Ditelepon, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved