Minggu, 26 April 2026

Internasional

Rusia Tegaskan Tetap Berdagang dengan Iran Meski Ada Ancaman AS

Rusia menegaskan akan terus menjalin kerja sama dan perdagangan dengan Iran meskipun ada ancaman serangan maupun tarif dari Amerika

Editor: Ansari Hasyim
YouTube Republic World
SUASANA Di IRAN. - Tangkap layar YouTube Republic World, Selasa (30/9/2025) menunjukkan menunjukkan Suasana kota dengan jalan layang padat kendaraan, berdiri megah tiang tinggi mengibarkan bendera Iran. Iran mengeksekusi Bahman Choobi-Asl pada 29 September 2025. Demo Gen Z bikin Iran lumpuh. Sebanyak 21 provinsi shutdown, pasar dan kampus tutup, ekonomi terhenti. Pemerintah serukan persatuan di tengah krisis. 

SERAMBINEWS.COM - Rusia menegaskan akan terus menjalin kerja sama dan perdagangan dengan Iran meskipun ada ancaman serangan maupun tarif dari Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran.

Menanggapi kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran, Lavrov mengatakan Moskow akan tetap berpegang pada perjanjian bilateral yang telah disepakati dengan Teheran. Ia menegaskan bahwa tidak ada kekuatan eksternal yang dapat mengubah sifat hubungan Rusia–Iran.

Berbicara dalam konferensi pers di Moskow, Lavrov mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang dinilainya berkontribusi terhadap fragmentasi tatanan global dan merusak kredibilitas Washington di mata dunia.

“Rekan-rekan Amerika kami terlihat tidak dapat diandalkan ketika mereka bertindak seperti ini,” kata Lavrov. Ia menambahkan bahwa dengan meninggalkan prinsip-prinsip yang selama ini mereka promosikan, Amerika Serikat justru melemahkan kerangka kerja internasional yang telah dibangun selama beberapa dekade.

Baca juga: Ancaman Serangan AS ke Iran Bisa Terjadi dalam 24 Jam, Teheran Siaga Perang dan Tutup Wilayah Udara

“Tindakan-tindakan ini menunjukkan upaya rekan-rekan Amerika kami untuk merusak seluruh sistem yang telah dibentuk selama bertahun-tahun dengan partisipasi mereka sendiri,” ujar Lavrov. Menurutnya, tatanan internasional dan proses globalisasi pada dasarnya telah dibongkar oleh kebijakan tersebut.

Sementara itu, ancaman tarif Amerika Serikat terhadap negara-negara yang tetap berdagang dengan Iran dinilai terutama menyasar China, mitra dagang utama Teheran. Berdasarkan data perdagangan tahun 2025, ekspor China ke Iran mencapai lebih dari 6 miliar dolar AS, sementara ekspor Iran ke China sekitar 3 miliar dolar AS.

Saat ini, Amerika Serikat telah memberlakukan tarif sebesar 20 persen terhadap ekspor China, dengan rencana kenaikan hingga 45 persen. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi “perang ekonomi” Washington untuk terus menekan kepemimpinan Iran.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved