Video
VIDEO - Pengungsi Banjir Bireuen Berharap Hunian Tetap Jelang Ramadhan
Juliani, warga Desa Ulee Jalan, mengungsi bersama tujuh keluarga lainnya di sebuah rumah guru yang sebelumnya digunakan sebagai gudang.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Bireuen masih mengharapkan kepastian hunian, baik tetap maupun sementara. Mereka juga berharap mendapat bantuan meugang dan bahan makanan untuk berbuka puasa.
Data per Selasa (12/1/2026) mencatat, dari awal bencana yang mengungsi lebih dari 55 ribu jiwa, kini tersisa 1.691 kepala keluarga atau 5.895 jiwa yang masih mengungsi. Mereka tersebar di sembilan kecamatan, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Jangka sebanyak 433 kepala keluarga.
Pengungsi saat ini menempati berbagai lokasi, termasuk tenda bantuan BNPB di Pante Lhong dan Balee Panah, rumah guru seperti di Ulee Jalan, gubuk sederhana, meunasah, serta rumah keluarga. Sebagian tenda BNPB juga dilaporkan kosong karena warga pulang untuk membersihkan rumah atau menginap di rumah kerabat sambil menunggu hunian tetap.
Juliani, warga Desa Ulee Jalan, mengungsi bersama tujuh keluarga lainnya di sebuah rumah guru yang sebelumnya digunakan sebagai gudang. Mereka berharap dapat memperoleh rumah baru karena rumah semi permanen mereka yang rusak tertimbun lumpur dan terletak di dekat pinggir sungai.
Sementara itu, Ismuil yang berasal dari Pante Lhong Peusangan terpaksa mengungsi ke Balai Desa Kantor Camat Peusangan setelah rumahnya hilang diterjang banjir. Ia bersama istri, Bahrensyah, dan anaknya, Agus Wahyudi, juga mengharapkan adanya hunian untuk keluarganya.(*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar