Video
VIDEO - 4.943 Hektar Tambak di Bireuen Rusak, 4.700 Pelaku Usaha Perikanan Terdampak
Kerusakan tambak bervariasi mulai dari terendam hingga hilang tertimbun lumpur.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen menyebabkan kerusakan parah pada 4.943 hektar tambak. Data dari Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan setempat menunjukkan lebih dari 4.700 pelaku usaha perikanan terdampak musibah tersebut.
Kerusakan tambak bervariasi mulai dari terendam hingga hilang tertimbun lumpur. Sebanyak 311,99 hektar tambak rusak berat sekali, 695,37 hektar rusak berat, 1.321,02 hektar rusak sedang, dan 2.614,95 hektar rusak ringan. Infrastruktur pendukung seperti jembatan, saluran air, balai benih ikan, serta ratusan kapal dan alat tangkap juga ikut rusak atau hilang.
Salah satu wilayah terdampak terparah adalah Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, di mana 157 hektar tambak warga tertimbun lumpur. Muara yang terbuka lebar menyebabkan banyak pematang tambak putus. Selama dua bulan terakhir, masyarakat setempat kehilangan mata pencaharian utama dari sektor tambak dan perikanan tangkap.
Keuchik Alue Kuta, Habibullah, menyatakan warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan ketidakpastian kapan pemulihan akan dimulai. Warga berharap ada perbaikan ekonomi, rehabilitasi lahan tambak, pembangunan kembali rumah rusak, penggantian alat tangkap, serta normalisasi muara.
Meski sejumlah menteri telah melakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi di lapangan, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah penanganan yang akan diambil pemerintah. Kawasan tambak di Desa Alue Kuta masih terhampar lumpur dengan muara yang melebar akibat terjangan banjir bandang akhir November lalu. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar