Selasa, 28 April 2026

Video

VIDEO Rusia Senang Saat Hubungan AS-NATO Retak, Jatuhkan Ukraina Lebih Mudah

Pasalnya, konflik Rusia dengan Ukraina selama ini digambarkan juga sebagai proksi melawan NATO.

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan negara yang tergabung dalam NATO saat ini tengah berseteru setelah Presiden AS Donald Trump berencana mencaplok Greenland.

Kondisi ini membuat Rusia senang lantaran dinilai menguntungkan di tengah peperangan dengan Ukraina.

Lingkaran dekat Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut dengan rasa puas polemik yang terjadi antara AS dan negara-negara NATO.

Ancaman Trump untuk menjatuhkan tarif kepada sekutu NATO dinilai sebagai sinyal melemahnya aliansi transatlantik.

Situasi ini dianggap menguntungkan Moskow.

Baca juga: VIDEO Hubungan Rusia-NATO Memanas Pasca Insiden Pencegatan Pesawat Tu-22M3

Pasalnya, konflik dengan Ukraina selama ini digambarkan juga sebagai proksi melawan NATO.

Oleh karena itu, meningkatnya ketegangan AS-NATO dipandang berpotensi melemahkan aliansi Barat pada fase penting konflik.

Pernyataan bernada mengejek dari pejabat tinggi Rusia pun bermunculan, salah satunya disampaikan oleh Kirill Dmitriev.

Ia merupakan figur penting Rusia yang terlibat dalam berbagai jalur komunikasi dengan Washington terkait perang di Ukraina.

Kirill menyebut jika aliansi transatlantik telah berakhir.

Kondisi ini diperkuat dengan digelarnya latihan militer oleh pasukan dari Perancis, Jerman dan sejumlah negara Eropa lainnya pada Pekan lalu di Greenland.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved