Jumat, 15 Mei 2026

Video

VIDEO SAKSI KATA - Nurmawati Sempat Bertahan di Kandang Ayam dan Berharap Ada Rumah Bantuan

Awalnya mereka menempati Kantor Camat Peusangan, sebelum akhirnya dipindahkan ke tenda-tenda

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM – Banjir bandang yang melanda Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada akhir November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam bagi ratusan warga. Permukiman warga luluh lantak, ratusan rumah rusak parah, bahkan puluhan lainnya hilang terseret derasnya arus sungai.

Data sementara mencatat sebanyak 318 unit rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, 45 rumah dilaporkan lenyap terbawa banjir bandang yang datang secara tiba-tiba.

Pasca bencana, warga terpaksa mengungsi. Awalnya mereka menempati Kantor Camat Peusangan, sebelum akhirnya dipindahkan ke tenda-tenda bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didirikan di kompleks meunasah setempat.

Baca juga: Pemerintah Aceh Matangkan Penyediaan Lahan Huntap, Sekda Tegaskan Harus “Clean and Clear”

Salah seorang korban banjir, Nurmawati (38), menceritakan kisah pilu yang dialaminya bersama keluarga. Saat banjir bandang menerjang, Nurmawati, suaminya Nurdin, serta enam anak mereka sempat bertahan selama dua hari di sebuah kandang ayam potong demi menyelamatkan diri.

Rumah gubuk milik tetangga yang sempat mereka tempati rusak parah. Bahkan, bahan-bahan bangunan rumah yang rencananya akan dibangun, termasuk fondasi yang telah dikerjakan, ikut hanyut dibawa arus banjir.

Hingga kini, Nurmawati bersama suami dan keenam anaknya masih bertahan hidup di tenda pengungsian. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan rumah agar keluarganya bisa kembali hidup layak.

“Sekarang kami masih di tenda, berharap ada rumah bantuan supaya anak-anak bisa tinggal dengan aman,” ujar Nurmawati dengan suara lirih saat ditemui, Jumat (6/2/2026).

Banjir bandang tersebut menjadi pengingat betapa rentannya permukiman warga di kawasan bantaran sungai, sekaligus menyisakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved