Selasa, 2 Juni 2026

Video

VIDEO - Iran Klaim Bom “Penghancur Bunker” Washington Masih Tertanam di Situs Nuklir

Para pakar menilai Iran dapat mempercepat pengembangan rudal buatan dalam negeri

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Iran mengklaim masih terdapat bom milik AS yang belum meledak dan hingga kini tertanam di salah satu situs nuklir strategisnya.

Bom tersebut diduga merupakan sisa serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu. Klaim mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah memburuknya hubungan Teheran–Washington.

Menurut Araghchi, informasi itu telah disampaikan kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. Ia menyebut bom jenis GBU-57 “bunker buster” buatan AS masih terjebak di lokasi sensitif tersebut.

Baca juga: Netanyahu “Tekan” Trump Agar Tetap Menyerang Iran, Khawatir Negosiasi AS–Iran Berujung Damai

GBU-57 dikenal sebagai salah satu senjata paling mematikan milik Amerika Serikat, yang dirancang khusus untuk menghancurkan target bawah tanah dengan perlindungan ekstrem.

Sejumlah analis militer internasional memperingatkan, keberadaan bom AS yang belum meledak justru bisa menjadi keuntungan strategis bagi Iran. Teheran berpotensi mempelajari teknologi penetrasi canggih milik Washington dan merekayasa ulang sistem persenjataan serupa.

Jika bom tersebut ditemukan dalam kondisi relatif utuh, para pakar menilai Iran dapat mempercepat pengembangan rudal buatan dalam negeri, sekaligus meningkatkan kemampuan penghancur bunker miliknya sendiri.

Namun di balik potensi keuntungan intelijen, bom yang tertanam itu juga menyimpan ancaman serius. Para ahli mengingatkan risiko ledakan tak disengaja, paparan radiasi, serta bahaya keselamatan jangka panjang di sekitar infrastruktur nuklir yang sangat sensitif.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim Iran tersebut. Situasi ini dikhawatirkan akan semakin memperkeruh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved