Video
VIDEO - Manasik Haji di Tengah Banjir di Pidie Jaya
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Abdurrahman, menyatakan dua calon jamaah haji dipastikan gagal berangkat pada tahun 2026.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA – Ratusan calon jamaah haji di Kabupaten Pidie Jaya mengikuti manasik haji di Masjid Al-Munawarah, Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua. Kegiatan ini berlangsung di tengah suasana duka akibat banjir yang melanda wilayah tersebut selama tiga bulan terakhir.
Banjir yang menerjang Pidie Jaya pada November 2025 kini memasuki masa pemulihan. Meski masih dibayangi kesedihan, para calon jamaah haji tetap mempersiapkan diri lebih awal melalui manasik haji setelah melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Sebanyak 185 calon jamaah haji Pidie Jaya yang tergabung dalam kloter 13 gelombang kedua mengikuti kegiatan pembekalan manasik. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari dan berakhir pada 16 Februari 2026. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai persiapan menuju tanah suci.
Manasik haji menjadi tahapan penting agar jamaah memahami tata cara ibadah haji secara menyeluruh sebelum keberangkatan ke Mekkah. Kegiatan ini tetap berlangsung meskipun wilayah Pidie Jaya sedang dilanda bencana.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Abdurrahman, menyatakan dua calon jamaah haji dipastikan gagal berangkat pada tahun 2026. Keduanya tidak dapat melakukan pelunasan BPIH karena terdampak banjir.
Sebanyak 185 calon jamaah haji dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun 2026. Sementara itu, 5.621 calon jamaah haji lainnya masih masuk dalam daftar tunggu dengan estimasi masa tunggu mencapai 28 tahun ke depan. Lamanya masa tunggu disebabkan tingginya minat warga Pidie Jaya untuk menunaikan ibadah haji. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar