Senin, 8 Juni 2026

Video

VIDEO Sosok Ali Khamenei, di Balik Kekuatan IRGC dan Strategi “Ekonomi Perlawanan”

Khamenei memegang jabatan Pemimpin Tertinggi sejak 1989, sebelumnya, ia menjabat sebagai presiden Iran

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Media Iran melaporkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat pada Minggu (1/3/2026) dini hari. Khamenei dikabarkan terbunuh di kantornya saat masih menjalankan tugas kenegaraan.

Mengutip laporan Al Jazeera, Khamenei selama ini dikenal sebagai otoritas tertinggi yang memegang kendali penuh atas arah kebijakan dalam dan luar negeri Iran. Ia menjadi figur sentral dalam dinamika hubungan Teheran dengan negara-negara Barat selama lebih dari tiga dekade.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa sejumlah anggota keluarganya, termasuk anak, menantu, dan cucu, turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Baca juga: Donald Trump Ungkap 5 Tujuan AS Serang Iran hingga Tewaskan Ali Khamenei

Khamenei memegang jabatan Pemimpin Tertinggi sejak 1989. Sebelumnya, ia menjabat sebagai presiden Iran pada era perang panjang melawan Irak di dekade 1980-an. Sejak naik ke tampuk kepemimpinan tertinggi, pengaruhnya semakin menguat dalam seluruh aspek pemerintahan.

Di bawah kepemimpinannya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berkembang menjadi kekuatan dominan di Iran. Tak hanya berperan dalam sektor pertahanan, IRGC juga memperluas pengaruhnya ke ranah ekonomi dan politik nasional.

Khamenei juga dikenal sebagai penggagas konsep “ekonomi perlawanan”, sebuah strategi untuk memperkuat ketahanan nasional Iran di tengah tekanan dan sanksi internasional. Kebijakan tersebut menjadi fondasi utama dalam menghadapi embargo dan isolasi ekonomi dari Barat.

Selama lebih dari tiga dekade memimpin, Khamenei dipandang sebagai arsitek utama penguatan fondasi militer modern Iran sekaligus figur simbolik dalam perlawanan terhadap tekanan asing. Kepergiannya disebut-sebut akan membawa dampak besar terhadap arah politik dan stabilitas kawasan Timur Tengah.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved