Sabtu, 30 Mei 2026

Video

VIDEO Kantor Netanyahu & Markas Besar IDF Dihantam Rudal Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik ke jantung kekuasaan Israel.

Tayang:
Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik ke jantung kekuasaan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui kanal Telegram pada Senin (2/3/2026), IRGC menyebut kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta markas besar Angkatan Udara Israel menjadi sasaran utama.

IRGC menegaskan serangan ini merupakan bagian dari “gelombang ke-10” operasi militer mereka.

Rudal balistik jenis Kheybar Shekan digunakan untuk menghantam target yang disebut sebagai simbol kekuatan rezim Zionis.

Kantor berita Fars turut memuat pernyataan serupa, menekankan bahwa serangan dilakukan secara mendadak dan terarah.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas Israel belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Iran.

Media lokal, The Times of Israel, melaporkan tidak ada korban luka akibat serangan tersebut.

Keberadaan Netanyahu sendiri belum diumumkan secara terbuka setelah klaim itu mencuat.

Serangan ini disebut sebagai aksi balasan Iran atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Israel-AS pada 28 Februari lalu.

Teheran menegaskan bahwa balasan terhadap Israel adalah hak sekaligus kewajiban mereka.

Pada hari yang sama, Iran juga mengklaim telah menyerang sejumlah wilayah di negara Teluk dan menembak jatuh jet tempur F-15 milik Amerika Serikat di Kuwait.

Klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Washington maupun otoritas Kuwait. Sementara itu, rumor di media sosial sempat menyebut Netanyahu melarikan diri ke Jerman.

Namun Kantor Perdana Menteri Israel membantah kabar tersebut, menegaskan Netanyahu masih menjalankan tugas dan menghadiri pertemuan dengan pejabat tinggi militer serta intelijen di Tel Aviv pada Minggu (1/3/2026).

Iran menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik, terutama di tengah negosiasi nuklir yang sebelumnya masih berlangsung.

Situasi ini menambah kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah. (*)

Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah

Baca juga: Iran Bombardir Kantor PM Israel dengan Rudal Hipersonik, Nasib Netanyahu belum Jelas

Baca juga: Jenazah Khamenei Ditemukan di Bawah Reruntuhan Kediamannya, Trump dan Netanyahu Sudah Lihat Fotonya

Baca juga: Netanyahu Tuntut Iran tak Boleh Perkaya Uranium, Hari Ini AS-Iran Kembali Berunding di Jenewa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved