Rabu, 3 Juni 2026

Video

VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Hijrah Tanpa Sorotan Kamera

hijrah itu adalah meninggalkan tempat atau meninggalkan sesuatu yang dulunya sering melakukan pelanggaran atau tidak mengikuti perintah Allah

Tayang:

Oleh Ahmad Suyuti, S.Pd.I, M.Pd
Ketua MDS (Rijalul Ansor Kaltara)


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah.
Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syururi anfusina, wa min sayyiati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlilhu fala hadiya lah.
Nashadu an la ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna sayyidina Muhammadan abduhu wa rasuluh. Al mab’utsu rahmatan lil ‘alamin.
Allahumma shalli wa sallim ‘alaihi sayyidina Muhammad, al fatih al mubin, wal khatim lima sabaq, nashir al haq bil haq, wal hadi ila shirathikal mustaqim, wa ‘ala alihi haqq qadrihi wa miqdarihil ‘azhim. Amma ba’du.

Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua, sehingga kita merasakan kenyamanan di dunia ini. Mudah-mudahan juga berkah nikmat yang diberikan Allah ini, kita juga mampu menjadi hamba-hamba yang senantiasa gemar bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

Allah berfirman:
Lain syakartum la azidannakum wa lain kafartum inna ‘adzabi lasyadid.
Jika kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita, insya Allah nikmat-nikmat lain akan diberikan Allah kepada kita semua. Dan mudah-mudahan nikmat itu terus-menerus datang kepada kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Baca juga: VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Pahala Berlipat Berbagi di Bulan Ramadhan

Sholawat serta salam tak lupa pula kita aturkan kepada baginda nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam, beserta sahabat, kerabat, keturunan ahli bait beliau, beserta kita umatnya yang mudah-mudahan kelak kita semuanya mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Amin amin ya Rabbal ‘alamin.

Baiklah pemirsa Tribuners di manapun kita berada, bertemu kembali kita di program Mutiara Ramadhan, yang mana insya Allah pada hari ini kita membahas tema Hijrah Tanpa Sorotan Kamera.

Berbicara hijrah, kalau berbicara sejarah hijrah, pertama nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam beserta para pengikutnya di tahun ke-5 kerasulan atau kenabian nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Bahwasanya sahabat-sahabat melakukan hijrah pertama yang kurang lebih 15 orang.

Yang pertama dipimpin oleh Sayyidina Umar bin Khattab, bersama 10 orang dari laki-laki dan 5 dari perempuan. Dalam hijrah pertama ini nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam memerintahkan ke Habasyah atau ke Kota Abyssinia.

Yang mana dipimpin oleh sahabat Umar pada saat itu. Alhamdulillah disambut oleh Raja Habasyah dengan kedatangan sahabat-sahabat nabi atau yang disebut dengan asabiqunal awwalun.

Kemudian singkat cerita, mendapat kabarlah untuk kembali ke Kota Makkah, karena pada saat itu merasa Makkah sudah aman. Akhirnya sahabat Umar beserta rombongan kembali lagi ke Kota Makkah.

Dan pada sampainya di Makkah, bahwasanya Kota Makkah tidak baik-baik saja. Akhirnya nabi memutuskan bersama sahabat-sahabat beliau kembali hijrah ke Habasyah dengan jumlah yang begitu besar, bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

Baca juga: VIDEO MUTIARA RAMADHAN: Jalan Menuju Manusia Tertib dan Jujur

Hijrah pertama kurang lebih 15 orang. Pada hijrah kedua kurang lebih 101 orang, dengan jumlah laki-laki 83 dan perempuan 28, dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib.

Alhamdulillah sampai Kota Habasyah. Bahkan Raja Habasyah sempat kagum dengan kedatangan para muhajir yang jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Dan berkah itu semuanya, akhirnya Raja Habasyah di hijrah ke-2 sahabat-sahabat nabi, beliau juga memeluk agama Islam.

Singkat cerita, nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Al muhajir man hajar ma nahallahu ‘anhu. (Hadis riwayat Bukhari wa Muslim).
Ini disampaikan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, bahwasanya orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan tempat ke suatu tempat untuk menjauhi segala larangan atau hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Singkat cerita setelah Raja Habasyah memeluk agama Islam, para sahabat kembali lagi ke Kota Makkah. Dan pada saat itu di Kota Makkah suasana masih belum damai, masih banyak penindasan kaum muslimin pada saat itu.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved