Minggu, 12 April 2026

Video

VIDEO - 140 Tentara AS Terluka Diserang Rudal dan Drone Iran, 7 Prajurit Dilaporkan Tewas

Sebagian besar korban mengalami cedera ringan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 personel bahkan telah kembali

SERAMBINEWS.COM - Pentagon mengungkapkan sekitar 140 personel militer Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Pentagon, Sean Parnell. Ia mengatakan para prajurit terluka selama rangkaian serangan dalam operasi militer yang diberi nama Operation Epic Fury.

“Sejak dimulainya Operation Epic Fury, sekitar 140 anggota militer AS telah terluka selama 10 hari serangan berkelanjutan,” kata Parnell, dikutip dari Al Jazeera.

Menurut Parnell, sebagian besar korban mengalami cedera ringan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 personel bahkan telah kembali menjalankan tugas militer mereka.

Baca juga: Iran dan Hizbullah Bergabung untuk Serang Israel Bersamaan, Sirene di Tel Aviv Terus Meraung-raung

Namun demikian, delapan tentara dilaporkan mengalami luka parah dan masih menjalani perawatan medis intensif.

“Sebagian besar cedera ini bersifat ringan, dan 108 anggota militer telah kembali bertugas. Delapan anggota militer masih tercatat mengalami cedera parah dan menerima perawatan medis tingkat tertinggi,” jelasnya.

Selain korban luka, militer AS juga mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat serangan balasan Iran.

Pentagon menyebut tujuh personel militer AS tewas setelah pangkalan militer mereka di sejumlah wilayah Timur Tengah diserang rudal dan drone Iran.

Sementara itu, satu prajurit lainnya dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di Kuwait. Kematian tersebut disebut terkait insiden yang berhubungan dengan kondisi kesehatan.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved