Sabtu, 25 April 2026

Video

VIDEO - Iran Balas Ancaman Trump, Ali Larijani: Waspada, Jangan Sampai Kalian Lenyap

Menariknya, pesan tersebut diunggah Larijani dalam enam bahasa sekaligus, yakni Persia, Inggris, Rusia, Arab, Prancis, dan Mandarin.

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kepala Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, melontarkan peringatan keras kepada Presiden AS Donald Trump setelah Washington mengancam akan meningkatkan serangan militer terhadap Teheran.

Peringatan itu disampaikan Larijani melalui unggahan di platform X pada Selasa (10/3/2026), sebagai respons atas pernyataan Trump sehari sebelumnya.

Trump sebelumnya menulis di Truth Social pada Senin (9/3/2026) malam bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan dua kali lebih keras terhadap Iran jika Teheran benar-benar menutup Selat Hormuz.

Menanggapi ancaman tersebut, Larijani meminta Trump dan militer AS berhati-hati agar tidak mengalami kehancuran.

Baca juga: VIDEO - 140 Tentara AS Terluka Diserang Rudal dan Drone Iran, 7 Prajurit Dilaporkan Tewas

Ia menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi ancaman Washington. Menurutnya, rakyat Iran memiliki semangat perlawanan yang kuat dan tidak akan mundur menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.

Larijani juga menyebut Selat Hormuz akan menjadi jalur perdamaian dan kemakmuran bagi pihak-pihak yang tidak memicu konflik. Namun sebaliknya, wilayah itu bisa berubah menjadi sumber penderitaan bagi pihak yang dianggap sebagai penghasut perang.

Dalam pernyataannya, Larijani menegaskan Iran tetap berpotensi menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat dan Israel terus melanjutkan serangan terhadap negaranya.

Menariknya, pesan tersebut diunggah Larijani dalam enam bahasa sekaligus, yakni Persia, Inggris, Rusia, Arab, Prancis, dan Mandarin.

Baca juga: Iran dan Hizbullah Bergabung untuk Serang Israel Bersamaan, Sirene di Tel Aviv Terus Meraung-raung

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut strategis yang terletak di antara Iran dan semenanjung Musandam di Oman. Pada titik tersempitnya, lebar selat ini hanya sekitar 33 kilometer.

Selat ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima produksi minyak global melintasi wilayah tersebut, termasuk sebagian besar pengiriman gas alam cair (LNG).

Diperkirakan sekitar 20 juta barel minyak melewati Selat Hormuz setiap hari, terdiri dari sekitar 14 juta barel minyak mentah dan 6 juta barel produk petroleum.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved