Video
VIDEO - Israel Picu Risiko Besar, Ahli Nuklir Rusia Terancam, Moskow Layangkan Peringatan Keras
Serangan di sekitar area hunian para ahli itu disebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan.
SERAMBINEWS.COM - Rusia melayangkan protes keras kepada Israel setelah serangan udara dilaporkan menyasar wilayah dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran pada Rabu (18/3/2026).
Serangan tersebut dinilai membahayakan personel Rusia yang tengah bertugas di fasilitas nuklir itu.
Media Israel, Maariv, melaporkan bahwa Moskow telah mengirimkan nota protes resmi melalui kedutaannya di Israel.
Baca juga: Intelijen AS Bantah Klaim Trump, Iran Disebut Tak Kembangkan Senjata Nuklir
Langkah ini diambil menyusul serangan yang menghantam area sangat dekat dengan kompleks tempat tinggal para ahli Rusia yang bekerja di fasilitas tersebut.
Sumber politik yang dikutip Middle East Monitor menyebutkan bahwa Rusia menegaskan keberadaan personelnya di lokasi tersebut sudah diketahui secara luas.
Serangan di sekitar area hunian para ahli itu disebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan.
Namun hingga kini belum ada kepastian apakah bangunan tempat tinggal tersebut terdampak langsung atau tidak.
Diketahui, titik serangan berada di sekitar PLTN Bushehr, satu-satunya fasilitas nuklir sipil milik Iran.
Baca juga: VIDEO - Bupati Al-Farlaky dan Kapolres Aceh Timur Tinjau SPBU Jelang Lebaran
Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2011 itu dijalankan dengan dukungan teknis serta pasokan bahan bakar dari Rusia.
PLTN tersebut memiliki kapasitas produksi listrik sekitar 1.000 megawatt.
Para insinyur dan spesialis asal Rusia diketahui memegang peran krusial dalam operasional pembangkit, sehingga menjadikannya sebagai aset strategis bagi kepentingan Moskow di kawasan Timur Tengah.
Rusia menilai aktivitas militer di sekitar Bushehr bukan hanya mengancam Iran, tetapi juga berpotensi merugikan kepentingan nasionalnya, mengingat ratusan tenaga ahli Rusia masih berada di lokasi.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, Moskow dilaporkan telah mengevakuasi sebagian personel beserta keluarganya dari wilayah tersebut.
Meski demikian, sejumlah spesialis masih tetap bertugas di dalam unit pembangkit, walaupun operasional fasilitas disebut mulai diperlambat sebagai langkah antisipasi.
Pejabat Rusia juga memperingatkan bahwa serangan langsung terhadap fasilitas nuklir tersebut berisiko memicu kebocoran radioaktif yang fatal dan berpotensi menimbulkan bencana lingkungan berskala global.(*)
| VIDEO - Jembatan Kutablang Karap Lheuh 50 Persen |
|
|---|
| VIDEO - Detik-detik Pelari Wanita Menyelamatkan Diri di Jalur Pendakian Terpencil |
|
|---|
| VIDEO - Viral Percakapan Dugaan Bagi Komisi Proyek Kopdes Merah Putih di Dalam Mobil |
|
|---|
| VIDEO - Iran Ancam Jadikan Teluk Oman “Kuburan” Kapal Perang AS |
|
|---|
| BREAKING NEWS - Bendera Bulan Bintang Berkibar di Tengah Massa Aksi Demo Pergub JKA |
|
|---|